Bantentv.com – Nama Sara Duterte tengah menjadi sorotan publik. Wakil Presiden Filipina tersebut menghadapi usulan pemakzulan setelah diduga menyalahgunakan dana rahasia serta melontarkan ancaman pembunuhan terhadap pejabat tinggi negara.
Komite Kehakiman DPR Filipina pun telah menyetujui langkah pemakzulan tersebut. Keputusan ini menjadi tahapan penting dalam proses politik yang berpotensi memengaruhi langkahnya menuju pencalonan presiden di masa mendatang.
Lantas, siapa sebenarnya Sara Duterte? Berikut profil singkatnya.
Baca Juga: Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, DPR Setujui Prosesnya
Profil Singkat Sara Duterte
Sara Zimmerman Duterte lahir di Davao City pada 31 Mei 1978. Ia dikenal sebagai pengacara dan politikus yang menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina ke-15 sejak 2022.
Sara merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte dan Elizabeth Zimmerman. Ia menikah dengan pengacara Manases Reyes Carpio dan memiliki tiga orang anak.
Perjalanan Karier Politik
Sara Duterte tercatat sebagai salah satu wakil presiden termuda di Filipina. Karier politiknya dimulai pada 2007 saat terpilih sebagai Wakil Wali Kota Davao City, mendampingi ayahnya.
Pada 2010, ia menjabat sebagai Wali Kota Davao, menggantikan Rodrigo Duterte yang telah mencapai batas masa jabatan. Ia kemudian kembali memimpin kota tersebut pada periode 2016 hingga 2022, bertepatan dengan masa kepemimpinan ayahnya sebagai presiden.
Salah satu momen yang sempat menjadi sorotan publik adalah insiden saat ia meninju seorang pejabat pengadilan dalam kasus pembongkaran kawasan permukiman.
Baca Juga: Pemakzulan Gagal, DPRD Pati Sepakati Rekomendasi Perbaikan untuk Sudewo
Latar Belakang Pendidikan
Sebelum terjun ke dunia politik, Sara menempuh pendidikan di bidang terapi pernapasan di San Pedro College, Davao. Ia kemudian melanjutkan studi hukum di San Beda College dan San Sebastian College-Recoletos di Manila.
Ia resmi menjadi advokat pada 2005, sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dua tahun kemudian.
Menjabat Wakil Presiden dan Menteri
Sejak 30 Juni 2022, Sara Duterte menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina. Ia juga sempat merangkap jabatan sebagai Menteri Pendidikan hingga mengundurkan diri pada Juni 2024.
Di Filipina, seorang wakil presiden memang diperbolehkan merangkap jabatan sebagai menteri dalam kabinet.
Baca Juga: Bebas dari Pemakzulan, Bupati Sadewo Ikut Terjaring OTT KPK
Selama menjabat, ia menggagas program reformasi pendidikan bertajuk Agenda MATATAG yang berfokus pada penyederhanaan kurikulum, peningkatan fasilitas, serta kesejahteraan guru dan siswa.
Kontroversi dan Kritik
Di balik kiprahnya, Sara Duterte juga tak lepas dari kritik. Beberapa kebijakannya menuai sorotan, seperti penghapusan alat bantu visual di kelas serta penggunaan anggaran rahasia yang dianggap kontroversial.
Kini, isu dugaan penyalahgunaan dana dan ancaman terhadap pejabat negara membuat posisinya semakin tertekan, seiring bergulirnya proses pemakzulan di parlemen Filipina.
Editor : Erina Faiha