Pandeglang, Bantentv.com – Ada yang berbeda dari pendakian Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang. Kini, setiap pendaki yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga wajib ikut menjaga kelestariannya dengan menanam pohon.
Konsep inilah yang diusung Villa Emas Gunung Pulosari, destinasi wisata alam yang berlokasi di Kampung Pamengker, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari.
Program pendakian berbasis konservasi ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, sekaligus langkah nyata menjaga ekosistem pegunungan.
Baca Juga: Pesona Gunung Pulosari, Jadi Daya Tarik Ratusan Pendaki dan Wisatawan
Setiap kelompok pendaki diwajibkan menanam bibit pohon sebelum memulai perjalanan. Bibit tersebut disediakan secara gratis oleh pengelola, sehingga pengunjung dapat berkontribusi langsung terhadap penghijauan kawasan Gunung Pulosari.
Owner PT Villa Emas Gunung Pulosari, Jumroni, mengatakan bahwa konsep ini dirancang agar aktivitas wisata tidak merusak alam, tetapi justru memberi manfaat jangka panjang.
“Pendakian konservasi sekarang kita tata lebih baik, agar pengunjung merasa aman dan nyaman sejak dari awal perjalanan,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.
Selain menghadirkan konsep unik, pengelola juga membenahi berbagai fasilitas pendukung. Area registrasi kini lebih tertata, tersedia tempat istirahat, papan informasi jalur, hingga camping ground yang nyaman.
Jalur pendakian dilengkapi tiga pos utama yang dijaga petugas. Sistem pemanduan juga diterapkan guna memastikan keselamatan pendaki selama perjalanan menuju puncak.
Baca Juga: Warga Tutup Akses Gunung Pulosari, Kerusakan Alam dan Isu Amoral Jadi Sorotan
Pengelola turut menetapkan aturan tegas, seperti larangan membawa senjata tajam dan obat-obatan terlarang, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Wisata Alam Sekaligus Edukasi
Tak hanya pendakian, kawasan Villa Emas juga menawarkan pengalaman wisata alam terpadu. Pengunjung dapat menikmati Curug Sawer, kawasan kawah, hingga panorama dari puncak Gunung Pulosari.
Keindahan alam yang masih asri dengan hutan tropis, udara sejuk, serta suasana yang tenang menjadi alasan banyak wisatawan datang, baik dari dalam maupun luar daerah.
Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara dari Jerman, Korea, hingga Amerika turut menjajal pengalaman pendakian di kawasan ini.
Dorong Ekonomi dan UMKM Lokal
Kehadiran wisata berbasis konservasi ini juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan warga.
“Kami sangat mendukung karena bisa meningkatkan UMKM dan membuka lapangan kerja,” kata Didi, warga Desa Cilentung.
Sementara itu, Nuri, pendaki asal Pandeglang, mengaku fasilitas yang ada saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Gunung Pulosari
“Sekarang parkiran lebih luas, tempat istirahat nyaman, dan pelayanannya ramah. Pendakian jadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.
Wisata Berkelanjutan Jadi Kunci
Dengan konsep ‘wajib tanam pohon’, pendakian Gunung Pulosari tidak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga kesadaran lingkungan.
Model wisata seperti ini dinilai mampu menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan di Banten, di mana keindahan alam tetap terjaga, sementara manfaat ekonomi terus dirasakan masyarakat.