BerandaBeritaKemenperin Sebut Ketersediaan Bahan Baku Plastik Masih Aman

Kemenperin Sebut Ketersediaan Bahan Baku Plastik Masih Aman

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Harga plastik di pasaran masih melambung. Banyak pedagang dan masyarakat mengeluhkan kondisi ini.

Selama ini plastik dijadikan sebagai kemasan pembungkus makanan/benda atau barang dagangan. Kemasannya yang praktis membuat orang selalu mencarinya.

Namun di pasaran kini harganya melambung tinggi. Ini menyulut kekhawatiran masyarakat ramai.

Kini kekhawatiran kenaikan harga plastik itu pun mulai dirasakan pelaku industri, khususnya sektor makanan dan minuman.

Meski begitu pemerintah menilai kondisi tersebut belum menjadi krisis, melainkan masih pada tahap antisipasi.

Kekhawatiran juga erat dan berkaitan dengan stok bahan baku plastik yang diperkirakan hanya cukup untuk jangka pendek, dan kondisi ini tentu saja memicu spekulasi di pasar.

“Industri khawatir stoknya ini hanya cukup 1 sampai 2 bulan, itu yang menjadi perhatian,” kata Plt. Dirjen Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dikuti dari media nasional.

Baca Juga: Harga Plastik Picu Kenaikan Harga Sembako di Kabupaten Serang

Menanggapi kekhawatiran pelaku usaha plastik itu Kemenperin mengumpulkan pelaku usaha plastik. Dalam pertemuan membeberkan bahwa ketersediaan bahan baku sebenarnya terbilang masih aman.

Saat ini Pemerintah tengah fokus menjaga stabilitas harga agar tidak melonjak tajam. Salah satu opsi yang dibahas adalah intervensi pada komponen biaya impor bahan baku.

“Yang penting ketersediaan dulu, soal harga nanti dicarikan solusi, termasuk kemungkinan kebijakan bea masuk,” kata Putu ke media nasional.

Langkah saat ini Kemenperin mulai mendorong diversifikasi kemasan sebagai langkah mitigasi. Salah satunya dengan penggunaan bahan berbasis kertas.

Perlu diketahui, saat ini porsi kemasan berbahan kertas sudah mencapai hampir sepertiga dari total penggunaan di industri makanan. Angka ini akan semakin  ditingkatkan agar masyarakat mengurangi ketergantungan dengan plastik.

Kemudian alternatif lainnya bisa dengan menggunakan kemasan kaca. Pemerintah telag melihat peluang peningkatan penggunaan kaca dalam beberapa tahun ke depan.

“Untuk kemasan ramah lingkungan ini masih perlu peningkatan teknologi, terutama untuk menahan air, minyak, dan kelembaban,” tutup Putu.

Editor Lilik HN
TERKAIT
- Advertisment -