BerandaHiburanFilm7 Fakta Menarik di Balik Produksi Film “Ghost in The Cell”

7 Fakta Menarik di Balik Produksi Film “Ghost in The Cell”

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Film horor terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in The Cell, akhirnya mulai tayang di bioskop Tanah Air sejak Kamis, 16 April 2026.

Kehadiran Ghost in The Cell langsung menarik perhatian publik, tidak hanya karena genre yang diusung, tetapi juga karena proses produksinya yang terbilang tidak biasa.

Film Ghost in The Cell merupakan hasil kolaborasi antara Come and See Pictures bersama RAPI Films, Legacy Pictures, dan Barunson E&A.

Bahkan sebelum tayang di Indonesia, Ghost in The Cell sudah lebih dulu mencuri perhatian di kancah internasional melalui penayangan perdananya di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

  Baca Juga: Sinopsis Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Drama Lebaran yang Relate Banget!

Daya tarik Ghost in The Cell semakin kuat dengan kehadiran para aktor papan atas. Film ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Arswendy Bening Swara, hingga  Endy Arfian yang dikenal memiliki karakter kuat di setiap perannya.

Selain itu, Ghost in The Cell juga menghadirkan nama-nama lain seperti Lukman Sardi, Rio Dewanto, dan Morgan Oey. Tidak ketinggalan, sentuhan komedi turut hadir melalui penampilan Aming, Tora Sudiro, dan Azis Gagap yang memberikan warna tersendiri dalam film ini.

Fakta Menarik di Balik Produksi “Ghost in The Cell”

Di balik layar, terdapat sejumlah fakta menarik dalam proses pembuatan Ghost in The Cell yang diungkap langsung oleh Joko Anwar melalui media sosial pribadinya.

Set Penjara Dibangun Seperti Asli

Untuk mendukung kebutuhan cerita, tim produksi membangun set penjara dalam ukuran sebenarnya. Set ini benar-benar difungsikan sebagai lokasi syuting, dengan proses pembangunan yang memakan waktu sekitar dua bulan. Area sel utama bahkan terdiri dari dua lantai yang bisa digunakan secara langsung oleh para pemain.

Melibatkan Ratusan Pemain

Jumlah pemain dalam Ghost in The Cell terbilang besar. Secara keseluruhan, film ini melibatkan sekitar 412 orang pemain yang turut menghidupkan suasana di dalam cerita.

Tata Cahaya 360 Derajat

Pengaturan pencahayaan dirancang secara menyeluruh hingga 360 derajat. Dengan konsep ini, para pemain dapat bergerak lebih leluasa ke berbagai arah tanpa terbatas oleh posisi lampu saat proses pengambilan gambar berlangsung.

Proses Syuting Lebih Fleksibel

Produksi Ghost in The Cell tidak mengikuti pola syuting konvensional. Jadwal kerja dibuat lebih fleksibel, seperti tiga hari syuting diikuti satu hari istirahat, atau dua hari syuting dan dua hari jeda. Total proses syuting berlangsung selama 22 hari dengan durasi maksimal tujuh jam per hari, demi menjaga kenyamanan tim produksi.

Kolaborasi dengan Ilustrator

Film ini juga melibatkan enam ilustrator Indonesia, yaitu Anwita Citriya, Rudy Ao, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Hafidzjudin, dan Coki Greenway. Kolaborasi ini dilakukan untuk menciptakan konsep instalasi seni yang memperkuat identitas visual Ghost in The Cell.

Dua Versi Film

Menariknya, sebelum proses syuting dimulai, sutradara membuat versi awal berupa sample sequence atau video board dengan kru sebagai pemeran. Hal ini membuat Ghost in The Cell memiliki dua versi, yakni versi panduan yang dimainkan kru dan versi final yang dibintangi para aktor.

Adegan Spesial yang Dipersiapkan Khusus

Para pemain juga menjalani latihan fisik secara rutin, termasuk berolahraga di gym setiap hari. Persiapan ini dilakukan untuk mendukung satu adegan khusus yang menjadi bagian penting dalam film, yang hanya bisa diketahui secara langsung saat menonton Ghost in The Cell.

Bagi penonton yang ingin melihat sisi lain dari film horor dengan pendekatan produksi yang matang, Ghost in The Cell layak untuk masuk dalam daftar tontonan di bioskop.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -