Bantentv.com – Presiden Prabowo Subianto mengajukan permohonan kepada Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia dapat memiliki terminal khusus bagi jemaah haji di bandara negara tersebut.
Langkah ini bertujuan mempercepat proses kedatangan dan kepulangan jemaah sehingga pelayanan ibadah haji menjadi lebih efisien.
“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Selain mengusulkan terminal khusus di Arab Saudi, Presiden juga menyoroti masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa antrean haji saat ini telah berkurang secara signifikan. “Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujar Presiden.
Saat ini, masa tunggu haji tercatat paling lama sekitar 26 tahun, menurun dari sebelumnya yang mencapai 48 tahun. Pemerintah terus berupaya mencari berbagai solusi agar waktu tunggu tersebut dapat dipersingkat.
Baca Juga: Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp87,4 Juta, Ini Rincian Lengkap dan Kuotanya
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menanyakan perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar serta perwakilan Danantara.
Pemerintah Indonesia melalui Danantara telah mengamankan lahan seluas 45 hektare untuk proyek tersebut. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat akomodasi jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jemaah haji Indonesia),” ujar Presiden.
Keberadaan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta efisiensi layanan bagi jemaah.
Upaya peningkatan pelayanan juga dilakukan melalui sektor transportasi udara. Presiden memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, untuk melaporkan tindak lanjut rencana pembentukan perusahaan patungan antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, maskapai nasional Arab Saudi.
Kerja sama ini diharapkan dapat menekan biaya operasional penerbangan haji sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Sinergi antara maskapai Indonesia dan Arab Saudi juga diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi jemaah.