Bantentv.com – Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangkaian serangan rudal sebagai respons terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Salah satu rudal yang mencuri perhatian adalah Sejjil, yang digunakan untuk pertama kalinya dalam konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
“Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil,” ujar laporan Al Jazeera.
Rudal Sejjil menggunakan bahan bakar padat, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat di udara, sebut laporan Al Jazeera. Informasi ini juga dikonfirmasi media Iran, Press TV, yang menyebut bahwa rudal Sejjil dikerahkan dalam gelombang ke-54 operasi “True Promise 4” terhadap target Israel dan AS.
Baca Juga: Setelah Diserang Iran, Israel Langsung Menutup Semua Kedutaan di Seluruh Dunia
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa operasi pembalasan itu dilaksanakan dengan kode operasi “Ya Zahra”. Selain Sejjil, sejumlah rudal lain dikerahkan, termasuk Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, Kheybar, Qadr, dan Emad.
“Rudal Sejjil diluncurkan untuk menyerang pusat komando dan kendali rezim Israel serta infrastruktur militer penting,” sebut Press TV.
Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, melalui akun X, turut mengonfirmasi peluncuran rudal Sejjil selama gelombang serangan pembalasan terbaru.
Sementara itu, media lokal Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di Tel Aviv, Herzliya, dan 141 lokasi lainnya di berbagai wilayah Israel.
Menurut NDTV, rudal Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dengan dua tahap pelepasan. Jangkauannya diperkirakan mencapai 2.000 kilometer dengan kapasitas muatan 700 kilogram. Karena kemampuan bermanuver di ketinggian, rudal ini dijuluki “dancing missile”, karena dapat menghindari sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome milik Israel.
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyebut rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram. Bahan bakar padatnya memberikan keunggulan strategis, memungkinkan persiapan dan peluncuran lebih cepat dibanding sistem berbahan bakar cair.
Editor : Erina Faiha