Pandeglang, Bantentv.com – Siapa sangka di balik tawa kecil dan gelak tawa anak anak, mereka harus dihadapkan dengan penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Hal ini karena thalesemia biasanya terdeteksi pada anak usia dua tahun. Untuk menyambung hidup, para penyandang thalesemia harus melakukan transfusi atau cuci darah secara berkala.
Namun mereka tetap terlihat ceria. Bahkan suasana hangat menyelimuti ketika pihak RSUD Berkah Pandeglang menggelar acara tarhib ramadan. Acara ini digelar untuk pertama kalinya oleh RSUD bersama anak-anak penderita thalasemia dalam rangka menyambut bulan suci ramadan.
Kepala bidang keperawatan Enong Iroh Rohayah mengatakan, digelarnya acara ini selain untuk menunjukkan kepedulian terhadap penderita thalesemia. Selain itu acara ini juga untuk memberikan motivasi baik untuk pasien ataupun orang tua. Karena meski belum ada obat untuk penyakit ini, namun mereka harus tetap semangat menjalani hidup.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Ribuan Pelajar di Lebak Ikuti Pawai Tarhib Ramadan
Ia menyebut, memang untuk di awal tahun 2026 pada bulan januari lalu, pihaknya telah menerima pasien baru sebanyak 3 orang penderita thalasemia.
“Kegiatan ini kami gelar sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak penderita thalasemia sekaligus untuk memberikan motivasi kepada pasien dan orang tua. Meski belum ada obatnya, kami ingin mereka tetap semangat menjalani hidup,” ujar Enong Iroh Rohayah, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Berkah Pandeglang.
Diketahui, thalesemia merupakan penyakit kelainan darah genetik yang diturunkan. Sehingga tubuh memproduksi hemoglobin tidak normal. Hal ini menyebabkan sel darah merah mudah pecah, yang memicu anemia kronis.
Editor : Erina Faiha