BerandaBeritaSawah Terendam Banjir, Petani Desa Pringwulung Terancam Gagal Panen

Sawah Terendam Banjir, Petani Desa Pringwulung Terancam Gagal Panen

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Banjir yang melanda Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, telah berlangsung selama hampir satu minggu dan berdampak serius terhadap sektor pertanian setempat.

Puluhan petak sawah terendam air, sementara tanaman padi yang baru ditanam sekitar setengah bulan kini terancam membusuk.

Genangan air yang menutupi area persawahan tersebut menyebabkan tanaman padi tidak mampu bertahan dalam waktu lama. Sejumlah petani menyebutkan bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, maka peluang panen akan semakin kecil.

Baca Juga: Terendam Banjir, Puluhan Hektare Sawah Petani di Lebak Terancam Gagal Panen

Warga setempat mengungkapkan bahwa banjir di area persawahan tidak sepenuhnya disebabkan oleh tingginya curah hujan. Air diduga berasal dari kawasan pabrik di sekitar sawah yang alirannya terhambat dan tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai.

Akibatnya, air menggenang di lahan pertanian dan sulit mengalir keluar, sehingga memperparah kondisi sawah dan mengancam proses panen padi.

Salah seorang petani, Fahrudin, mengungkapkan bahwa setiap musim tanam padi, sawah di wilayah tersebut kerap dilanda banjir. Kondisi ini membuat petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Petani Desa Pringwulung terancam gagal panen (Bantentv.com/ Riki)
Petani Desa Pringwulung terancam gagal panen (Bantentv.com/ Riki)

“Harapannya, gimana caranya, supaya ketika musim padi itu gak banjir kaya gini. Masalahnya ini kita rugi besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi tersebut terus terjadi dari musim ke musim, para petani akan semakin kesulitan.

Biaya tanam yang sudah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh karena panen tidak dapat dilakukan secara maksimal. Bahkan, tidak sedikit petani yang harus menanggung kerugian besar akibat gagal panen berulang kali.

Para petani berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Mereka menilai, perbaikan sistem drainase dan pengelolaan aliran air dari kawasan sekitar sawah menjadi langkah penting agar lahan pertanian tidak terus terendam.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -