BerandaBeritaUsai Video Viral MBG, Wabup Pandeglang Tegur dan Ancam Tutup SPPG Nakal

Usai Video Viral MBG, Wabup Pandeglang Tegur dan Ancam Tutup SPPG Nakal

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengancam akan menutup SPPG yang dinilai tidak mematuhi standar kualitas makanan di wilayahnya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sebuah video yang menampilkan penyajian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kabupaten Pandeglang.

Dalam video yang viral tersebut, makanan terlihat hanya dibungkus menggunakan kantong plastik tanpa alas, sehingga menuai sorotan dari masyarakat.

Iing yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan tujuan utama program MBG.

Baca Juga: Hadiri MoU Pemprov Banten dan Kejati, Wabup Iing Tegaskan Pandeglang Siap Kawal Koperasi Merah Putih

Menurutnya, keberadaan SPPG seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas makanan yang layak, aman, serta bergizi bagi penerima manfaat.

Wakil Bupati Pandeglang mengimbau seluruh SPPG yang beroperasi di wilayahnya agar benar-benar mengutamakan kualitas makanan.

Ia menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pendistribusian makanan, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.

Wakil Bupati Pandeglang mengancam akan menutup SPPG yang dinilai tidak mematuhi standar kualitas makanan (Bantentv.com/ Rangga)
Wakil Bupati Pandeglang mengancam akan menutup SPPG yang dinilai tidak mematuhi standar kualitas makanan (Bantentv.com/ Rangga)

“Makanan ini harus benar-benar bergizi dan berkualitas, karena tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan putra putri bangsa Indonesia,” katanya.

Iing juga menegaskan kepada seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pandeglang agar menyajikan makanan dengan cara yang baik, higienis, serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam penyajian dapat berdampak langsung pada kesehatan penerima manfaat, terutama kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.

“Oleh karena itu, kalau ada yang asal-asalan, kalau ada yang sembarangan dan kejadian seperti itu terulangi lagi, maka kami akan bertindak tegas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iing menyampaikan bahwa apabila masih ditemukan SPPG yang bersikap tidak profesional atau mengulangi pelanggaran serupa, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil langkah lanjutan.

Ia menegaskan akan merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar SPPG yang melanggar dapat ditutup secara permanen.

“Kami akan merekomendasikan kepada BGN untuk dilakukan penutupan secara permanen, jika masih ada SPPG yang nakal,” ucap dia.

Selain penegakan aturan, Iing berharap seluruh pengelola SPPG mampu mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan. Hal ini dinilai penting agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan maksimal dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -