BerandaBeritaSosok Almarhum Tryana Sam'un di Mata Pemimpin Daerah hingga Aktivis Banten

Sosok Almarhum Tryana Sam’un di Mata Pemimpin Daerah hingga Aktivis Banten

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Kepergian Tryana Sam’un menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para pemimpin daerah, akademisi, dan aktivis yang pernah bersentuhan langsung dengan perjuangan dan pemikirannya.

Nama Tryana Sam’un tak terpisahkan dari sejarah lahirnya Provinsi Banten. Sebagai Ketua Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten (Bakor-PBB).

Ia memainkan peran kunci dalam menjembatani aspirasi tokoh-tokoh lokal dengan pengambil kebijakan di tingkat pusat.

Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah hasil dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000, yang menetapkan Banten sebagai provinsi baru, terpisah dari Jawa Barat.

Baca Juga: Tokoh Pembentukan Provinsi Banten, Tryana Sam’un Wafat di Usia 82 Tahun

Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, mengenang almarhum sebagai sosok pejuang yang tulus dan berdedikasi penuh untuk kemajuan daerah.

“Saya bersaksi beliau adalah orang baik. Almarhum adalah tokoh kunci dan sangat berjasa besar bagi kemajuan Banten. Beliau adalah orang tua sekaligus pejuang,” ujar Iing, Senin, 12 Januari 2026.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam. Menurutnya, Tryana Sam’un bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga penjaga nilai dan amanah perjuangan Banten.

“Beliau sering berpesan agar pemimpin Banten selalu menjaga amanah dan memberdayakan masyarakat agar lepas dari kemiskinan. Ide dan gagasannya sangat berarti bagi kita semua,” ungkap Agus.

Dedikasi Pendidikan dan Sosial

Di balik kiprahnya sebagai pengusaha sukses, kepedulian Tryana Sam’un terhadap dunia pendidikan dan sosial tak pernah surut.

Pada tahun 2023, di usia 80 tahun, ia mendirikan Salakanagara Institute di Cadasari, Pandeglang.

Yayasan tersebut menjadi warisan intelektual almarhum yang berfokus pada kajian sosial, penguatan pendidikan, serta penyebaran nilai-nilai moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Banten.

Akademisi Universitas Mathlaul Anwar, Eko Supriatno, menilai Tryana Sam’un sebagai pemimpin visioner yang konsisten hingga akhir hayat.

“Visi beliau adalah Banten yang mandiri dan berkeadilan. Semboyannya yang selalu saya ingat, ‘Banten bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dibangun’. Salakanagara Institute adalah bukti semangatnya yang tidak pernah padam,” kata Eko.

Rumah Pergerakan Aktivis

Bagi kalangan aktivis dan generasi muda, kediaman almarhum di Puri Salakanagara bukan sekadar rumah tinggal.

Tempat tersebut dikenal sebagai ruang diskusi, bertukar gagasan, sekaligus rumah singgah bagi para pejuang perubahan.

Anggota DPRD Pandeglang, Erin Fabiana, mengenang Tryana Sam’un sebagai mentor yang membentuk kesadaran generasi muda untuk mencintai tanah kelahiran.

“Beliau adalah sosok panutan, terutama bagi kami yang dulu aktif di pergerakan mahasiswa. Almarhum sudah seperti orang tua yang selalu membimbing generasi muda agar peduli dan berkontribusi untuk Banten,” kenangnya.

Kepergian Tryana Sam’un menutup satu bab penting sejarah Banten. Namun, nilai, pesan, dan jejak perjuangannya akan terus hidup.

Hal ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga amanah sejarah dan membangun Banten yang lebih adil serta bermartabat.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -