Bantentv.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mulai merealisasikan penyaluran program internet satelit gratis bagi satuan pendidikan yang hingga kini belum terjangkau jaringan.
Program ini menyasar sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan akses konektivitas, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui penyedia layanan yang ditunjuk, perangkat internet satelit dikirimkan langsung ke satuan pendidikan penerima agar proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih optimal.
Proses pengiriman perangkat dilakukan secara bertahap dan terjadwal setiap hari pada pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Baca Juga: Dorong Pendidikan Berbasis Teknologi, BAKTI Kominfo Adakan Sosialisasi Akses Internet
Penyedia layanan akan terlebih dahulu menghubungi nomor Kepala Satuan Pendidikan yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Sekolah yang berada di daerah terpencil menjadi prioritas utama dalam program ini, mengingat keterbatasan akses internet selama ini menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran digital.
Persiapan Sekolah Penerima
Agar proses penyaluran berjalan lancar, Kemdikdasmen mengimbau satuan pendidikan penerima untuk melakukan sejumlah persiapan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Memastikan nomor kontak yang terdaftar di Dapodik aktif dan dapat dihubungi;
- Menyiapkan tim penerima di sekolah yang siap saat pengiriman dilakukan;
- Memastikan lokasi serah terima perangkat dalam kondisi siap dan aman.
Sebagai informasi tambahan, seluruh proses pengiriman perangkat hingga diterima oleh satuan pendidikan tidak dipungut biaya apa pun.
Program internet satelit gratis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Tujuan utama program tersebut adalah mempercepat konektivitas digital nasional, terutama di wilayah 3T yang selama ini menghadapi tantangan akses jaringan.
Berdasarkan data resmi Kemdikdasmen, sebanyak 8.625 satuan pendidikan ditetapkan sebagai penerima bantuan. Rinciannya meliputi:
- 168 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
- 6.868 unit Sekolah Dasar (SD);
- 950 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP);
- 166 unit Sekolah Menengah Atas (SMA);
- 81 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK);
- 21 unit Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK);
- 11 unit Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI).
Sebaran penerima bantuan mencakup berbagai wilayah Indonesia. Pulau Sumatra menerima 1.608 unit, Kalimantan 1.232 unit, Sulawesi 1.060 unit, Papua 1.872 unit, Jawa 21 unit, Nusa Tenggara Timur 1.580 unit, serta Maluku sebanyak 892 unit.