Lebak, Bantentv.com – Momen libur Tahun Baru 2026, kawasan wisata adat di Kabupaten Lebak kembali menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat dari berbagai daerah.
Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat sejak awal masa libur, terutama dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung.
Kehadiran para pelancong ini didorong oleh ketertarikan terhadap kehidupan masyarakat adat, keasrian lingkungan, serta pengalaman budaya yang masih terjaga hingga kini.
Wisatawan datang tidak hanya untuk berwisata alam, tetapi juga untuk mengenal langsung tradisi dan adat istiadat masyarakat setempat.
Baca Juga: PON Banten: Magnet Ekonomi untuk UMKM dan Pariwisata Lokal
Aktivitas berfoto di sejumlah titik yang mencerminkan kearifan lokal menjadi pemandangan umum, seiring minat wisatawan untuk mengabadikan momen di tengah lingkungan yang masih alami dan tertata secara tradisional.
Objek wisata Saba Budaya yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, masih menjadi magnet utama.
Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat secara langsung pola kehidupan masyarakat adat, sekaligus membeli berbagai hasil kerajinan tangan seperti kain tenun dan ikat kepala yang dibuat dengan teknik tradisional.

Selain wisata budaya, momen libur kali ini juga bertepatan dengan mulai masuknya musim durian. Kondisi tersebut dimanfaatkan para pengunjung untuk berburu durian lokal yang dikenal memiliki cita rasa khas.
“Yang sekarang banyak diburu itu durian Baduy. Ciri khasnya itu memang rasa manisnya yang benar benar mantap,” ujar Robi, salah seorang warga Baduy.
Pengalaman manis juga dirasakan wisatawan yang telah beberapa kali berkunjung. Keasrian alam dan kualitas hasil pertanian lokal menjadi alasan utama mereka kembali datang.
“Saya kesini udah tiga kali. Di sini itu asri, lingkungannya masih terjaga, duriannya juga top,” ucap seorang wisatawan, Linda.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan adat Baduy pada libur Tahun Baru 2026, diharapkan aktivitas pariwisata ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.