Serang, Bantentv.com – Banjir yang melanda Kota Serang akibat hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada ribuan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 4.039 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah Kota Serang sejak Minggu lalu terjadi hampir setiap hari dengan intensitas yang fluktuatif.
“Tapi yang kemarin yang paling besar itu sampai dengan 52,6 mm per hari data dari BMKG. Ini menyebabkan 9 kelurahan yang tersebar di 3 kecamatan terdampak banjir,” ujar Diat, Jumat, 19 Desember 2025.
Ia menjelaskan dampak banjir tersebut merendam sebanyak 902 rumah warga. Dari jumlah itu, sebanyak 142 kepala keluarga terdampak langsung, dengan total warga mencapai 4.039 jiwa.
Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Kasemen, Walantaka, dan Cipocok Jaya.
Baca Juga: BPBD Kota Cilegon Dapat Penghargaan Dari Wali Kota
Di Kecamatan Kasemen, banjir terjadi di Kelurahan Margaluyu, Banten, Sawah Luhur, dan Kelurahan Kasemen.
Sementara di Kecamatan Walantaka terjadi di Kelurahan Teritih, serta di Kecamatan Cipocok Jaya melanda Kelurahan Banjar Agung dan Penancangan.
Selain merendam rumah warga, BPBD juga mencatat kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
“Rumah roboh ada empat kejadian, pohon tumbang tiga kejadian, longsor satu kejadian,” ucapnya.
Terkait penanganan, Diat menyebutkan saat ini status kebencanaan di Kota Serang masih dalam tahap progres.
“Atas perintah Pak Wali kota bahwa Kota Serang sedianya perlu peningkatan status siaga darurat. Ini kajiannya sudah saya buat, sudah saya kirimkan, untuk status sementara ini kita ikut ke BMKG bahwa statusnya itu status waspada,” jelas Diat.
Baca Juga: Masuki Musim Hujan, BPBD Imbau Masyarakat Cilegon Perhatikan Perubahan Cuaca
Adapun potensi hujan masih akan berlanjut hingga puncak musim hujan pada Januari mendatang.
Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
“Kalau ada kejadian, kita punya kanal-kanal apa informasi YouTube, IG, Facebook sampai dengan layanan Pusdalok, segera laporkan ke kami,” katanya.
“Apabila ada kejadian lakukan sebisa mungkin untuk minimalnya menyelamatkan diri atau evakuasi mandiri,” pungkas Diat.
Editor : Erina Faiha