BerandaBeritaTerjebak Modus Lowongan Kerja, Pemuda Cikande Diselundupkan hingga Kamboja

Terjebak Modus Lowongan Kerja, Pemuda Cikande Diselundupkan hingga Kamboja

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Seorang pemuda dari Perumahan Cikande Permai, Kabupaten Serang, diduga menjadi korban tindak perdagangan orang setelah terjebak dalam modus lowongan kerja palsu yang menipunya hingga dibawa ke luar negeri.

Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cikande pada Selasa, 25 November 2025, dengan harapan putra mereka dapat segera dipulangkan dari Kamboja.

Korban bernama Patra Syaifullah Aziz awalnya menerima tawaran kerja melalui media sosial yang menjanjikan posisi marketing apartemen di Jakarta dengan gaji menarik.

Tanpa curiga, ia mengikuti proses yang diarahkan oleh pihak yang menghubunginya. Namun, setelah berangkat pada 12 November 2025, jalur perjalanannya justru berubah total.

Baca Juga: KONI Banten Berikan Bonus Bagi Atlet Peraih Medali SEA Games Kamboja

Alih-alih menuju Jakarta, ia dibawa ke Medan, kemudian diterbangkan ke Malaysia, dan akhirnya diselundupkan ke kamboja tanpa penjelasan apa pun dari pihak yang menawarinya pekerjaan.

Setibanya di kamboja, Aziz ditempatkan di wilayah perbatasan Chrey Thum. Di lokasi tersebut, ia mengaku dipaksa bekerja sebagai scammer atau operator penipuan online.

Tekanan yang ia alami tidak ringan. Ia mengatakan bekerja hingga lima belas jam setiap hari, diawasi ketat, diberi makanan yang tidak layak, dan hanya mendapat fasilitas seadanya.

“Saat saya tanya, ‘makan saya ada ma, tapi pengawasan sangat ketat, saya gak ada ruang gerak, ma,’” kata Siti, ibunda Aziz.

Siti mengungkapkan bahwa satu-satunya harapan keluarganya kini adalah agar anaknya bisa segera dipulangkan dalam keadaan selamat.

Pemuda Cikande diselundupkan hingga Kamboja usai terjebak tawaran lowongan pekerjaan (Bantentv.com/ Imron)
Pemuda Cikande diselundupkan hingga Kamboja usai terjebak tawaran lowongan pekerjaan (Bantentv.com/ Imron)

Ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pihak Imigrasi, hingga KBRI di kamboja untuk membantu kepulangan putranya. Siti menuturkan bahwa kondisi anaknya di sana tidak aman dan penuh tekanan.

“Kan saya gak tenang tahu kabar dia di Kamboja, kronologinya seperti apa, sampai saya tanya, ‘Kamu tau gak sebenarnya awalnya?’, dia jawab, ‘Saya tau, tapi awalnya saya ngertinya kerja untuk memasarkan apartemen di daerah Setiabudi,’” ujarnya.

Dari informasi terakhir yang diterima keluarga, Aziz menyampaikan bahwa dirinya harus segera dipulangkan karena merasa semakin tidak aman berada di kamboja.

Ia masuk ke negara tersebut menggunakan visa turis. “Dia visanya pakai visa turis, masuk tanggal 13 November, dan harus keluar di tanggal 12 Desember,” tutup Siti.

Pada hari yang sama, keluarga resmi melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Cikande, berharap upaya hukum dapat menjadi jalan bagi penyelamatan dan pemulangan Aziz dari kamboja.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -