Serang, Bantentv.com – Inovasi pertanian kembali hadir dari Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Para petani setempat berhasil mengubah lahan tidur milik perusahaan swasta menjadi area pertanian produktif dengan menanam jagung hibrida.
Upaya ini membuahkan hasil yang signifikan, menghasilkan panen raya jagung dengan total produksi mencapai 989,9 ton sepanjang tahun 2025.
Kegiatan pertanian ini merupakan hasil kolaborasi antara Gabungan Kelompok Tani di Desa Cemplang dengan Polda Banten, yang memberikan dukungan penuh dalam bentuk sarana dan prasarana pertanian.
Baca juga: Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Banten Gelar Panen Raya Jagung
Salah satu petani bernama Romdoni mengungkapkan bahwa mereka telah lama memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk bertani.
“Kami pilih jagung karena perawatannya lebih mudah. Saat ini, dalam satu hektare bisa menghasilkan hingga tujuh ton,” ujarnya.
Dari lahan seluas 50 hektare, sebagian besar kini tertanam jagung yang siap dipanen. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar dalam optimalisasi lahan tidak produktif untuk mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan panen raya yang berlangsung pada Kamis lalu turut dihadiri oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto, Gubernur Banten Andra Soni, serta perwakilan Forkopimda dan kelompok petani.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung kegiatan pertanian. Bantuan tersebut meliputi 10 ton pupuk organik, 600 kg pupuk urea, 300 kg pupuk NPK, 20 kg bibit jagung, herbisida, pestisida, dan satu unit alat tanam jagung.
Dukungan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi pemerintah pusat.
“Target pengelolaan jagung di wilayah hukum Polda Banten adalah sebesar 2.500 hektare. Hingga kini, telah terealisasi luas tanam sekitar 278, 30 hektare, terdiri dari 231 hektar pada kuartal pertama, dan 48,30 pada kuartal ke dua atau sebesar 11,13 persen dari total target,” kata Irjen Pol Suyudi.
Inisiatif para petani Jawilan menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat negara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agrikultur.
Dengan dukungan yang tepat, lahan tidur pun bisa disulap menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi petani dan masyarakat sekitar.
Siti Anisatusshalihah