BerandaHiburanWisataPesona Suku Baduy: Alasan Wisatawan Dalam dan Luar Negeri Tertarik Berkunjung

Pesona Suku Baduy: Alasan Wisatawan Dalam dan Luar Negeri Tertarik Berkunjung

Saluran WhatsApp

Bantentv.com- Suku Baduy adalah suku yang tinggal di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten. Tradisi dan budaya menjadi aspek yang sangat dijaga oleh masyarakat Suku Baduy. Sebagai salah satu suku yang tetap mempertahankan kearifan lokal dan hidup harmonis dengan alam, segala hal tentang Suku Baduy menjadi daya tarik yang menarik untuk dipelajari hingga menarik wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung.

Suku Baduy Luar tinggal di daerah luar, atau mengelilingi wilayah Baduy Dalam. Suku Baduy Luar cenderung lebih terbuka dan mengenal kebudayaan dari luar. Seperti sekolah, bersosialisasi dengan orang luar, mengenal teknologi dan lainnya. Sebaliknya, Suku Baduy Dalam jauh lebih tertutup, dan masih sangat patuh pada aturan yang sudah ditetapkan secara turun-temurun.

Berikut alasan Suku Baduy tetap menjadi desa wisata yang menjadi tujuan utama para wisatawan:

  1. Budaya Unik dan Terjaga

Masyarakat Adat Baduy, khususnya Baduy Dalam memiliki tradisi yang tetap terjaga tanpa pengaruh teknologi modern. Mereka hidup sederhana dan menolak segala bentuk modernisasi seperti listrik dan kendaraan. Suku Baduy menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, yang merupakan kepercayaan lokal yang menghormati alam dan leluhur. Mereka juga memiliki sistem kekerabatan berdasar wilayah dan merujuk pada nama Ibu.

Selain itu mereka gemar berjalan kaki tanpa alas kemana pun. Salah satu buktinya adalah pada acara adat Seba Baduy mereka kuat berjalan puluhan kilometer untuk menyerahkan hasil bumi dan menjalin silaturahmi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

  1. Keindahan Alam

Kawasan Baduy dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan hijau yang menawarkan udara segar dan pemandangan alami yang asri. Hutan-hutan lebat di sekitar pemukiman menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan kedamaian jauh dari keramaian kota. Selain itu, sungai di wilayah Baduy memiliki air yang sangat jernih.

Dikenal dengan kesederhanaan hidup dan kearifan lokal, warga Baduy mengolah bahan makanan mereka secara mandiri. Mereka menanam padi menggunakan sistem terasering tradisional dan memanfaatkan hasil bumi lain seperti singkong, kelapa, dan sayuran dari ladang mereka sendiri.

  1. Kerajinan Tangan yang Khas

Salah satu kerajinan khas Baduy yang paling terkenal adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik tradisional menggunakan gedogan (alat tenun manual), tas koja yang dibuat dari kulit kayu pohon teureup, tikar dan topi anyam serta aksesoris lainnya seperti gelang dan keranjang yang dibuat dari bambu dan rotan.

  1. Aksesibilitas yang Tinggi

Lokasi suku baduy cukup strategis mampu ditempuh oleh jalur darat maksimal 4 jam perjalanan dari Jakarta.

Akses pun mudah menggunakan transportasi umum seperti bus atau travel, dapat juga menggunakan kereta. Dari Stasiun Tanah Abang, Jakarta, menuju Stasiun Rangkasbitung dan selanjutnya menggunakan angkutan umum lainnya menuju desa Ciboleger.

Di Ciboleger, banyak sekali pemandu lokal yang menawarkan jasa untuk menemani wisatawan menjelajahi Baduy Dalam dan Luar, yang tentunya telah memahami adat istiadat yang berlaku di sana.

  1. Pengalaman Trekking yang Menantang

Trekking ke Baduy bisa dibilang cukup menantang, terutama jika menuju Baduy Dalam. Medannya bervariasi, mulai dari jalan setapak hingga berbatu. Wisatawan akan melewati tanah berlumpur, tanjakan curam, dan jembatan akar khas Baduy yang harus dilalui dengan hati-hati.

Trekking ke Baduy Luar biasanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, sedangkan perjalanan ke Baduy Dalam bisa memakan waktu hingga 4-6 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan kecepatan perjalanan.

Meskipun trek ke Baduy tidak terlalu berbahaya, pengunjung diharapkan membawa perlengkapan trekking seperti sepatu gunung, air minum, dan perlengkapan pribadi lainnya.

Dengan segala pesona yang dimiliki, berkunjung ke Suku Baduy bukan hanya sekadar berwisata, tetapi juga menjadikannya sebuah pengalaman yang membuka wawasan tentang cara hidup yang harmonis dengan alam. Bagaimana? Apakah kamu juga ikut tertarik untuk mengunjungi Suku Baduy?(Siti Anisatusshalihah/red).

TERKAIT
- Advertisment -