Cilegon, Bantentv.com – Di depan Kantor Bappedalitbang Kota Cilegon, berdiri sebuah toko kecil yang menarik perhatian. Di balik deretan pakaian thrifting yang tertata di depan toko itu, tersimpan kisah perjuangan Fikar, pemuda yang tetap bertahan menjual pakaian impor bekas di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya regulasi usaha.
Fikar mulai merintis usaha thrifting sejak lulus sekolah pada 2021. Sebelum membuka bisnis sendiri, ia sempat bekerja di beberapa distro lokal di Cilegon.
Usaha di bidang pakaian ini bukan hal baru dalam keluarganya. Ayahnya telah lebih dulu berkecimpung di bidang konveksi. Fikar merasa bakat wirausaha itu ikut turun kepadanya.
Bagi Fikar, thrifting bukan sekedar jual beli pakaian impor bekas, tapi juga cerita yang tidak terduga.
“Mungkin karena bapak saya pengusaha, jadi bakat usahanya nurun ke saya, terutama soal pakaian,” ungkapnya.
Menurutnya, minat masyarakat Cilegon terhadap pakaian bekas berkualitas cukup tinggi pada awal ia berjualan. Banyak pembeli yang mencari pakaian bermerek dengan harga terjangkau. Namun kondisi penjualan kini tidak sebaik dulu.
“Dulu minat masyarakat tinggi, tapi makin ke sini penjualan makin lesu,” kata Fikar.
Soal omzet, ia menyebut penjualan kini sulit diprediksi. Dalam kondisi ramai, ia bisa menjual hingga 10 helai per hari. Namun tidak jarang, satu hari pun tidak ada barang yang laku.
“Sekarang ada orang yang cuma lihat-lihat aja saya udah bersyukur. Mungkin karena daya beli juga lagi turun,” tuturnya.
Untuk stok barang, Fikar biasanya mengambil dari wilayah Bandung yang telah melakukan proses sortir terlebih dahulu sehingga memudahkan seleksi pakaian.
“Harga satuannya biasanya 80 sampai 150 ribu, tergantung model,” jelasnya.
Terkait aturan pemerintah yang memperketat peredaran pakaian bekas impor, termasuk kebijakan terbaru dari Menko Perekonomian Purbaya, Fikar mengaku terdampak. Ia menyebut harga di tingkat produsen ikut naik dan membuat pelaku UMKM seperti dirinya kesulitan.
“Sedikit kecewa sama kebijakan baru Pak Purbaya, karena cukup berpengaruh ke pelaku UMKM thrifting,” tutupnya.