Rabu, Januari 28, 2026
BerandaInHouseFeatureHari Guru Nasional: Jejak Perjuangan Pendidik Indonesia yang Jarang Diungkap

Hari Guru Nasional: Jejak Perjuangan Pendidik Indonesia yang Jarang Diungkap

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Namun di balik upacara dan seremoni tahunan, terdapat perjalanan panjang yang menegaskan bahwa profesi guru adalah fondasi terbentuknya bangsa ini.

Hari Guru lahir dari spirit perjuangan para pendidik. Pada 25 November 1945, mereka mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Peristiwa ini terjadi hanya tiga bulan setelah Indonesia merdeka.

Para guru saat itu memahami bahwa pendidikan tidak boleh lagi berada di bawah kontrol kolonial. Pendidikan harus menjadi bagian dari gerakan kebangsaan.

Sebelum PGRI berdiri, organisasi guru terpecah ke dalam banyak kelompok. Mereka berbasis agama, daerah, hingga latar belakang pendidikan. Ini akibat politik kolonial yang membatasi ruang gerak guru pribumi.

Baca Juga: Ini Teks Pidato Hari Guru Nasional 2025, Resmi dari Kemendikdasmen

Setelah kemerdekaan diproklamasikan, seluruh organisasi itu melebur menjadi satu kekuatan, PGRI.

Momentum tersebut menjadi simbol tekad para guru untuk memperjuangkan pendidikan setara dan bebas diskriminasi.

Karena itu, pemerintah kemudian menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Lebih dari Sekadar Seremonial

Hari Guru tidak sekadar ajang upacara atau pemberian bunga. Peringatan ini menjadi waktu refleksi bagi publik untuk mengingat bahwa pendidikan Indonesia tidak akan bergerak tanpa pengorbanan para pendidik. Terutama mereka yang bertugas di pelosok dan daerah terpencil.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi sekaligus pembimbing moral, penanam karakter, dan penggerak perubahan sosial.

Julukan ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ muncul karena peran guru sering tidak tampak di permukaan. Namun, peran mereka memberi dampak besar bagi masa depan bangsa.

Perkembangan Guru di Era Modern

Memasuki era digital, tugas guru semakin kompleks. Mereka dituntut menguasai teknologi, memperbarui metode pembelajaran, dan tetap mampu menanamkan nilai karakter di tengah derasnya arus informasi.

Momentum Hari Guru Nasional juga sering menjadi sorotan terhadap isu klasik dunia pendidikan. Isu-isu tersebut seperti kesejahteraan guru honorer, pelatihan kompetensi, hingga pemerataan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah.

Tradisi Peringatan yang Terus Berkembang

Di sekolah-sekolah, Hari Guru diperingati beragam cara. Seperti, upacara bendera, pentas seni, apresiasi guru berprestasi, hingga kegiatan simbolik seperti siswa menggantikan peran guru untuk sehari.

Sementara di tingkat nasional, PGRI menyelenggarakan konferensi pendidikan dan berbagai agenda penghargaan bagi pendidik yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa.

Pesan Abadi dari Para Pendidik

Dalam setiap peringatan Hari Guru, nilai-nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara kembali bergema, ‘Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.’

Falsafah ini menegaskan bahwa guru adalah teladan, penggerak, dan pemberi dorongan bagi generasi penerus.

Baca Juga: Sekolah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Agenda HGN 25 November 2025

Menelusuri sejarah Hari Guru berarti menelusuri batu pijakan perjalanan pendidikan Indonesia. Dari masa kolonial hingga era modern, guru tetap menjadi penopang kemajuan bangsa.

TERKAIT
- Advertisment -