Bantentv.com – Jika berbicara tentang kuliner tradisional Banten, nama Dodol Tenjo hampir selalu disebut dengan nada penuh kebanggaan. Bukan sekadar makanan manis, dodol Tenjo adalah cerita tentang kebersamaan, kesabaran, dan kearifan lokal masyarakat Tangerang yang diwariskan lintas generasi.
Dodol ini dikenal dengan teksturnya yang legit, kenyal, dan rasa manis yang tidak menyengat. Setiap potongannya seakan membawa aroma kampung, dapur kayu, dan suasana gotong royong yang kini mulai langka.
Asal Mula Dodol Tenjo
Tenjo merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten, yang sejak dahulu dikenal sebagai sentra penghasil dodol tradisional. Konon, dodol Tenjo sudah dibuat sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, berawal dari tradisi masyarakat memanfaatkan hasil bumi seperti beras ketan, kelapa, dan gula merah.
Pada masa lalu, dodol Tenjo kerap dibuat menjelang hajatan besar seperti pernikahan, khitanan, Maulid Nabi, hingga perayaan hari besar Islam. Proses pembuatannya dilakukan bersama-sama, terutama saat tahap ngocek atau mengaduk dodol yang memakan waktu berjam-jam. Di sinilah nilai kebersamaan terjalin saling bergantian mengaduk, berbincang, dan tertawa menunggu dodol matang sempurna.
Baca Juga: Lima Makanan Khas Tangerang Wajib Kamu Coba
Tak heran jika hingga kini dodol Tenjo bukan hanya dianggap sebagai oleh-oleh khas Tangerang, tetapi juga simbol ketekunan dan kekompakan warga.
Resep Dodol Tenjo Khas Tangerang
Bahan-bahan:
- Beras ketan (yang sudah digiling menjadi tepung)
- 100 gram tepung beras
- Gula merah (campuran gula kaung + gula kelapa)
- Gula pasir
- Santan kelapa
- Ekstrak aroma sesuai selera (daun pandan, duren, nanas, atau lainnya)
- Perbandingan Bahan:
- Setiap 1 kg tepung beras ketan
- Tambahkan 10% tepung beras
- Gula merah: 700 gram
- Gula pasir: 700 gram
- Santan: 1–2 liter
Cara Membuat Dodol Tenjo
Masak santan dan gula
Masukkan gula merah, gula pasir, dan santan ke dalam wajan besar. Masak hingga mendidih sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah. Setelah gula larut sempurna dan tercampur dengan santan, saring larutan ini untuk menghilangkan ampas atau bubuk dari gula merah.
Masukkan tepung secara bertahap
Masukkan tepung beras ketan sedikit demi sedikit ke dalam santan panas sambil terus diaduk. Kecilkan api agar adonan tidak gosong. Proses ini membutuhkan kesabaran ekstra karena adonan akan semakin berat.
Proses Pengadukan dodol
Aduk terus adonan hingga mengental dan berubah warna menjadi cokelat mengilap. Proses ngocek dodol ini memakan waktu sekitar 5 jam atau lebih. Semakin lama diaduk, semakin legit dan awet dodol yang dihasilkan.
Pencetakan dan pengemasan
Setelah dodol matang, tuang ke dalam wadah yang telah dialasi plastik dan diolesi minyak sayur agar tidak lengket. Dodol dapat dibentuk lonjong panjang, dibungkus pelepah pinang (upih), atau plastik sesuai selera.
Tips Agar Dodol Tenjo Legit dan Tahan Lama
- Gunakan santan segar dari kelapa tua agar rasa lebih gurih dan dodol tidak mudah basi.
- Aduk dodol dengan api kecil dan stabil supaya matang merata dan tidak gosong di bagian bawah.
- Jangan terburu-buru saat ngocek, karena dodol yang matang sempurna ditandai dengan adonan yang tidak lengket di wajan dan berkilau alami.
- Olesi alat dan pembungkus dengan minyak sayur agar dodol mudah dibentuk dan tampil rapi.
- Simpan dodol di tempat sejuk dan kering untuk menjaga tekstur dan cita rasanya.
Dodol Tenjo bukan hanya tentang rasa manis, tetapi juga tentang proses panjang yang sarat makna. Setiap adukan adalah doa, setiap lelah adalah cerita, dan setiap gigitan menghadirkan nostalgia akan hangatnya tradisi Banten. Di tengah gempuran makanan modern, dodol Tenjo tetap bertahan sebagai bukti bahwa kearifan lokal tak pernah kehilangan rasa.
Editor : Erina Faiha