Selasa, Januari 6, 2026
BerandaGaya HidupKesehatanWaspada Super Flu! Kenali Gejala Berat dan Cara Mencegahnya

Waspada Super Flu! Kenali Gejala Berat dan Cara Mencegahnya

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Cuaca ekstrem yang terjadi di seluruh wilayah di Indonesia menyebabkan munculnya penyakit-penyakit pancaroba seperti flu yang kerap melanda.

Di akhir tahun 2025 lalu, Kementerian Kesehatan baru-baru ini mengumumkan bahwa varian influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal dengan Super Flu, telah terdeteksi di Indonesia sejak pertengahan Desember 2025.

Varian baru ini bahkan lebih agresif sehingga lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang lebih berat, terutama pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid atau bawaan.

Akan tetapi, para ahli menegaskan bahwa ini bukan virus baru atau jenis penyakit yang sepenuhnya berbeda, melainkan varian dari virus flu musiman yang sudah dikenal sebelumnya.

Menurut data surveilans laboratorium nasional, 62 kasus subclade K telah diidentifikasi di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Pada data tersebut, mayoritas kasus dilaporkan terjadi pada kelompok usia anak-anak dan perempuan.

Baca Juga: Kemenkes Catat 62 Temuan Kasus Super Flu hingga Akhir Desember

Adapun secara global, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K atau Super Flu sendiri pertama kali terdeteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara.

Dokter spesialis paru RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto dikutip dari BBC, menyebutkan ada beberapa gejala “super flu” yang patut diwaspadai lantaran varian baru ini memiliki gejala lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya, yakni demam tinggi antara 39 sampai 41 derajat Celcius.

“Kalau yang (flu) biasa paling 37-38,5 derajat Celcius, (subclade K) bisa sampai 41 derajat menurut data. Lebih tinggi artinya,” jelasnya.

“Terus disertai nyeri otot yang hebat, lemas sekali. Kemudian sakit kepala berat, sakit tenggorokan, dan batuk kering,” imbuhnya.

“Mungkin masyarakat sudah sering kena flu kan, tahu lah rasanya seperti apa. Nah ini level derajatnya lebih berat dari yang biasa dialami. Kalau mengalami, perlu waspada,” kata Agus.

Baca Juga: Selain Minum Obat, Ini Cara Efektif Atasi Flu!

Pada umumnya, kasus influenza musiman biasa, bisa menimbulkan risiko kematian. Terutama pada populasi yang rentan dan adanya komplikasi.

Dalam kasus subclade K, Agus menyebut meskipun lebih agresif dan mudah menyebar, tapi menurut WHO, risiko kematian tidak berbeda dengan influenza musiman.

“Kalau biasanya flu cuma hidung meler, sakit tenggorokan, ringan. Sekarang jadi sakit kepala, ototnya sakit, demam tinggi 39 sampai 41 derajat, terus lemas… nah itu gejala subclade K,” tuturnya.

Penanganan dan Pencegahannya

Agus Dwi Susanto menyebut, meski penyebarannya lebih cepat, namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena pada umumnya influenza varian subclade K ini bisa disembuhkan.

“Yang penting segera konsultasi ke tenaga medis, dokter, atau ke fasilitas kesehatan untuk bisa mendapat pengobatan. Istirahat yang cukup, suplemen yang cukup,” jelasnya.

“Untuk populasi yang berisiko memiliki penyakit dasar mungkin perlu dirawat. Karena komplikasinya itu yang kita harus jaga supaya tidak menimbulkan risiko lebih tinggi,” imbuhnya.

Adapun yang membuatnya berbeda antara influenza biasa dengan super flu adalah mutasi yang mengakibatkan lebih mudah menular dan tidak sejalan sempurna dengan vaksin flu yang dibuat sebelumnya.

Berikut, beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait gejala munculnya super flu, seperti:

– Demam dan menggigil

– Batuk terus menerus

– Pilek atau hidung tersumbat

– Sakit tenggorokan

– Sakit kepala dan nyeri otot

Meski gejalanya mirip dengan flu biasa, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah super flu, di antaranya:

1. Vaksinasi Flu

Walaupun virus subclade K sedikit berbeda dari strain yang ada di vaksin, imunisasi masih tetap memberikan perlindungan terhadap gejala berat dan risiko dirawat di rumah sakit.

Vaksin juga dapat membantu sistem imun mengenali virus dan meresponnya lebih efektif jika terpapar.

2. Hindari Kerumunan & Tutupi Mulut

Mengenakan masker saat berada di ruang tertutup atau ramai juga dapat membantu mengurangi risiko tertular, terutama bagi kelompok yang rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

3. Cuci Tangan Secara Rutin

Biasakan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Flu akan cepat menyebar terutama melalui percikan droplet dan kontak tangan, sehingga cuci tangan dengan sabun dan air secara teratur adalah langkah sederhana yang efektif.

4. Obat Antivirus

Jika sudah terdiagnosis flu, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus seperti Tamiflu yang bisa membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi berat bila dikonsumsi dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul.

TERKAIT
- Advertisment -