Rabu, Januari 28, 2026
BerandaGaya HidupHeboh Virus Nipah di India! Kenali Alur Penularan, Gejala, hingga Langkah Antisipasi

Heboh Virus Nipah di India! Kenali Alur Penularan, Gejala, hingga Langkah Antisipasi

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Munculnya laporan kasus virus Nipah di India kembali menarik perhatian dunia terhadap ancaman penyakit zoonosis ini.

Menyikapi perkembangan tersebut, pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi masuknya virus nipah ke dalam negeri.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus nipah di Indonesia. Meski demikian, langkah antisipasi terus diperketat, khususnya melalui pengawasan di pintu-pintu masuk negara.

Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini, mengingat mobilitas manusia dan barang lintas negara yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

Sekilas tentang Virus Nipah

Dikutip dari halodoc, virus nipah (NiV) merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini tergolong dalam genus Henipavirus dan termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae.

Keberadaan virus nipah pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia, ketika terjadi wabah di kalangan peternak babi.

Sejak saat itu, nipah menjadi perhatian global karena memiliki tingkat kematian yang relatif tinggi serta potensi penularan yang luas, sehingga dianggap berisiko menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Alur Penularan Virus Nipah

Penularan virus nipah berawal dari kelelawar buah yang berperan sebagai inang alami. Kelelawar tersebut dapat mencemari buah atau cairan nira melalui air liur, urin, maupun kotorannya.

Buah atau nira yang telah terkontaminasi kemudian dikonsumsi oleh hewan ternak, terutama babi, sehingga virus berpindah dan menyebar di antara populasi ternak.

Penularan ke manusia dapat terjadi melalui beberapa cara. Seseorang berisiko terinfeksi apabila mengonsumsi buah yang terkontaminasi, melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau terpapar cairan tubuh seperti urin, air liur, darah, dan sekresi lainnya.

Selain itu, virus nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita.

Baca Juga: Lima Warga Banten Terjangkit Virus HMPV

Gejala Klinis yang Perlu Diwaspadai

Infeksi virus nipah dapat menimbulkan berbagai gejala, antara lain:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Muntah
  • Hilang kesadaran

Pada kondisi yang berat, infeksi nipah dapat menyebabkan peradangan otak yang berpotensi mengancam jiwa.

Langkah Pencegahan

Sebagai upaya memutus rantai penularan virus nipah, sejumlah langkah pencegahan perlu diterapkan, di antaranya:

  • Tidak mengonsumsi nira atau air aren langsung dari pohonnya
  • Mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi
  • Membuang buah yang menunjukkan tanda gigitan kelelawar
  • Mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemotong hewan
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Menggunakan jaring pelindung pada kandang hewan

Penanganan dan Pengobatan

Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin yang secara khusus terbukti efektif untuk mengobati infeksi virus nipah.

Penanganan yang diberikan bersifat suportif, yaitu berfokus pada peringanan gejala dan pencegahan komplikasi lanjutan.

Perawatan suportif meliputi pemberian cairan intravena untuk mencegah dehidrasi, obat penurun panas dan pereda nyeri, serta dukungan pernapasan seperti oksigen atau ventilator apabila pasien mengalami gangguan pernapasan.

Selain itu, kejang ditangani dengan obat antikejang dan kondisi pasien dipantau secara ketat, terutama fungsi organ vital.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -