Selasa, Januari 6, 2026
BerandaEkonomiOptimisme Pemerintah dan Pelaku Pasar Dorong IHSG Menuju Level 10.000

Optimisme Pemerintah dan Pelaku Pasar Dorong IHSG Menuju Level 10.000

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap prospek pasar saham nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 10.000 pada 2026. Ini seiring penguatan fundamental ekonomi dan sinkronisasi kebijakan.

Optimisme tersebut disampaikan Purbaya usai membuka perdagangan saham perdana 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 2 Januari 2026.

Sentimen positif pelaku pasar langsung tercermin dari pergerakan IHSG yang dibuka menguat 29,79 poin atau 0,34% ke level 8.676,74.

“Ada optimisme di pelaku pasar bahwa kondisi ekonomi akan terus membaik. Fondasi ekonomi sudah lebih kuat, ditopang kebijakan fiskal dan moneter yang semakin sinkron, sehingga pertumbuhan bisa lebih cepat,” ujar Purbaya.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis di Akhir Tahun, Sektor Konsumer Jadi Penopang

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, target IHSG di level 10.000 bukan hal mustahil.

Ia juga menilai potensi pertumbuhan ekonomi hingga enam persen dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham.

Purbaya menambahkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi berpotensi mendorong kenaikan laba perusahaan. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi investor untuk berpartisipasi aktif di pasar modal.

“Angka 10.000 tidak mustahil dicapai, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tegasnya.

Pandangan Analis: Target Bisa Lebih Tinggi

Sejalan dengan pemerintah, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai proyeksi IHSG tahun ini tetap menjanjikan. Namun, meski menjanjikan, proyeksi ini dibayangi sejumlah tantangan global.

Ia menyoroti proses pemulihan ekonomi di China, Jepang, dan Eropa. Selain itu, dinamika global seperti perang tarif masih menjadi faktor risiko.

Di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah, realisasi kebijakan pemerintah, serta sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.

Secara perhitungan teknis, Reza menyebut IHSG berpeluang menyentuh level 10.500. Ia mencontohkan, pada 2025, IHSG mampu naik sekitar 22% meski dibayangi berbagai sentimen global.

“Jika penutupan IHSG 2025 berada di kisaran 8.600 dan kita asumsikan kenaikan 22%, maka secara matematis targetnya bisa mencapai 10.500,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan pasar tidak hanya ditentukan oleh angka.

Sentimen manajemen pasar, aksi korporasi emiten, serta pemberitaan positif turut berperan besar dalam membentuk psikologi investor.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -