Selasa, Februari 10, 2026
BerandaEkonomiBisnisBangkit dari Aksi Jual Tajam Sebelumnya, Kini Bitcoin Tembus 70.425 Dolar AS

Bangkit dari Aksi Jual Tajam Sebelumnya, Kini Bitcoin Tembus 70.425 Dolar AS

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan harga tinggi dan berbalik arah menghijau pada Senin sore, 9 Februari 2026 pada pukul 14.44 WIB. Harga kripto kapitalisasi pasar terbesar ini pun kembali dibuka ke posisi USD 70.000 di pekan ini.

Berdasarkan data Coin Market Cap, harga bitcoin naik sebesar 1,24% dalam 24 jam terakhir. Diketahui selama sepekan terakhir, harga bitcoin merosot 8,009%. Kini, harga bitcoin berada di posisi USD 70.425 atau Rp1,18 miliar.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Ethereum yang bergerak di zona merah. Harga Ethereum melemah 0,68% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum merosot sebesar 7,93%.

Saat ini, harga Ethereum berada di posisi USD 2.063,63 atau Rp34,79 juta. Sementara kapitalisasi pasar kripto naik 0,93% menjadi USD 2,39 triliun atau Rp 40.308 triliun.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha menjelaskan, bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan naik 17,50% dari level USD 60.000, pertama kali sejak Oktober 2024 dengan kembali menguat.

Baca Juga: Bitcoin Melejit, Ini Proyeksinya di Oktober 2025

Saat ini bitcoin kembali diperdagangkan di USD 70.500 setelah mengalami tekanan jual harian terdalam sejak krisis FTX pada Minggu, 8 Februari 2026 lalu.

Adapun bitcoin telah berhasil bangkit dan melonjak naik hingga sebagian besar kerugian yang sebelumnya terjadi dari aksi jual tajamnya beberapa waktu lalu.

“Sentimen pasar saat ini masih dibayangi oleh kinerja negatif dari sektor institusional. Bitcoin Spot ETF mencatatkan pendarahan hebat dengan total net outflow mingguan mencapai USD 689,22 juta per 5 Februari 2026,” tutur Panji dalam keterangan resminya.

Panji mengatakan, setelah dibuka dengan optimisme lewat inflow harian sebesar USD 561,89 juta pada awal pekan, tren justru berbalik drastis dengan aksi jual berturut-turut yang mencapai puncaknya pada 4 Februari dengan outflow sebesar USD 544,94 juta.

Tekanan keluar yang masif ini telah menggerus total aset bersih (Total Net Assets) dari level USD 100 miliar menjadi tinggal USD 80,76 miliar hanya dalam hitungan hari.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -