Selasa, Januari 6, 2026
BerandaBeritaTagana Lebak Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Warga

Tagana Lebak Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Warga

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Relawan Taruna Siaga Bencana atau Tagana Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan makanan siap saji dan makanan ringan kepada ratusan warga di Desa Cipedang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu malam.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons atas kondisi darurat yang dialami warga, di mana aktivitas sehari-hari sempat terganggu akibat banjir yang merendam wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan menyasar rumah-rumah warga. Sejumlah relawan terlihat membawa paket makanan siap saji menuju permukiman yang terdampak.

Selain membagikan bantuan, relawan juga menyampaikan penjelasan singkat kepada warga mengenai cara mengolah makanan siap saji tersebut agar dapat dikonsumsi dengan aman dan tepat.

Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansah, menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan warga, pihaknya mendirikan dapur umum di lokasi terdampak.

Tagana Lebak mendirikan dapur umum dan salurkan bantuan untuk warga desa Cipedang (Bantentv.com/ Nano)
Tagana Lebak mendirikan dapur umum dan salurkan bantuan untuk warga desa Cipedang (Bantentv.com/ Nano)

Pada hari pertama, Tagana langsung menyalurkan ratusan porsi makanan siap saji kepada warga yang membutuhkan.

“Untuk hari pertama kita sudah menyalurkan makanan siap saji sebanyak 400 porsi untuk korban terdampak banjir di desa Cipedang kecamatan Wanasalam,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pendirian dapur umum menjadi langkah awal agar kebutuhan konsumsi warga tetap terpenuhi.

Baca Juga: Bantuan Air Bersih dari Tagana Lebak Diserbu Warga

Sementara itu, Maesaroh, salah satu warga Desa Cipedang, mengungkapkan bahwa kampungnya sempat terendam dan membuat aktivitas masyarakat terhambat. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh para relawan.

“Sangat terbantu sekali (adanya bantuan dari Tagana). Sejauh ini kami membutuhkan obat-obatan dan makanan,” katanya.

Meski kondisi air perlahan mulai surut, sebagian kampung masih terisolir karena akses jalan utama belum sepenuhnya bisa dilalui.

Warga mengaku masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, khususnya obat-obatan, mengingat mulai muncul keluhan kesehatan seperti gatal-gatal.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -