BerandaBeritaSerentak, Ribuan Pelajar Se Kota Serang Gelar Aksi Bersih-bersih GEMAS LIBAS

Serentak, Ribuan Pelajar Se Kota Serang Gelar Aksi Bersih-bersih GEMAS LIBAS

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang meluncurkan gerakan GEMAS LIBAS (Gerakan Masyarakat dan Sekolah untuk Lingkungan Indah, Bersih, dan Asri).

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, membuka kegiatan Gemas Libas di SD Negeri 2 Kota Serang yang dihadiri perwakilan sejumlah sekolah pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kerja bakti massal untuk membersihkan sekolah serta lingkungan sekitar dalam radius lebih dari 500 meter, termasuk Alun-Alun Barat dan Timur Kota Serang.

Baca Juga: Wujudkan Kota Serang Bersih Budi – Agis, Ahmad Nuri Luncurkan Gerakan GEMAS LIBAS di Hardiknas 2026

Kegiatan bersih – bersih serentak melibatkan seratus ribu pelajar serentak di SD dan SMP se Kota Serang dan elemen masyarakat.

​Ahmad Nuri menjelaskan Gemas Libas merupakan perwujudan program Serang Bersih program unggulan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, dan Wakil Wali Kota, Nur Agis Aulia, yang diterapkan di satuan pendidikan untuk menciptakan Kota Serang Bersih, Serang Cerdas, Berbudaya, dan Peduli.

​Ahmad Nuri menegaskan program ini bukan sekadar seremoni. Nantinya, setiap bulan akan diadakan agenda rutin bertajuk “Sekolah untuk Masyarakat”.

Ribuan pelajar se-kota Serang gelar aksi bersih-bersih Gemas Libas (Foto: Bantentv.com/ Jaya)
Ribuan pelajar se-kota Serang gelar aksi bersih-bersih Gemas Libas (Foto: Bantentv.com/ Jaya)

​”Bukan hanya sekolahnya saja yang bersih, tapi para siswa juga keluar untuk memastikan lingkungan di sekitar sekolah mereka bersih. Kita ingin mereka menjadi Khairunnas Anfa’uhum Linnas, manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Nuri.

Menurutnya ​fokus utama dari Gemas Libas adalah pengelolaan sampah plastik. Peserta diajak untuk tidak hanya memungut sampah, tetapi juga mulai melakukan pemilahan secara produktif.

Sampah organik diarahkan untuk dikelola menjadi pupuk, sementara sampah plastik dikelola agar tidak mencemari lingkungan.

​”Jangan sampai ada sampah plastik berceceran. Sampah harus kita jadikan musuh bersama, namun di sisi lain, jadikan kawan bagi sampah yang produktif untuk dijadikan lahan subur atau pupuk,” tambah Nuri.

​Acara pembukaan ini ditutup dengan aksi nyata, dimana seluruh peserta langsung menyebar ke seluruh penjuru Alun-alun dan lingkungan sekolah masing-masing untuk melakukan aksi bersih-bersih massal.

​ Ahmad Nuri berharap, peresmian gerakan GEMAS LIBAS dapat mendorong perubahan mendasar dalam pendekatan pendidikan yang lebih peduli terhadap lingkungan, demi mewujudkan Kota Serang yang lebih asri dan nyaman bagi seluruh warganya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -