Selasa, Februari 3, 2026
BerandaBeritaRumah Roboh di Kaligandu Serang, Lansia Tewas Tertimpa Reruntuhan

Rumah Roboh di Kaligandu Serang, Lansia Tewas Tertimpa Reruntuhan

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Sebuah rumah di Kelurahan Kaligandu, Kota Serang, roboh dan menyebabkan seorang lanjut usia meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

Peristiwa tragis tersebut menimpa Hamrah (80), warga RT 02 RW 19, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, yang saat kejadian berada seorang diri di dalam rumah.

Peristiwa rumah roboh itu terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026. Rohmat, anak korban, menjelaskan bahwa ayahnya telah lebih dahulu berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Magrib.

Sementara itu, korban berniat mengambil air wudu di dalam rumah. “Ibu mau ambil air wudu, rencananya mau salat. Baru mau masuk ke dalam, rumahnya langsung roboh,” ujar Rohmat, Senin, 2 Februari 2026.

Saat ditemukan oleh warga, korban berada dalam posisi tertimpa dinding dan atap rumah yang runtuh. Kondisi tubuh korban terlentang dengan posisi sedikit miring. “Posisinya terlentang, agak miring. Bagian ini yang langsung ketimpa,” jelas Rohmat.

Baca Juga: Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Gubuk, Polisi Lakukan Penelusuran Keluarga

Selain rumah milik korban, bangunan rumah milik tetangga yang berada di sisi samping juga terdampak akibat robohnya bangunan tersebut.

“Rumah sebelah juga kena reruntuhan. Dindingnya retak, tapi tidak ada korban lain,” ucapnya.

Warga sekitar yang mendengar suara runtuhan rumah langsung berdatangan ke lokasi dan berupaya mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan.

Korban sempat ditemukan dalam kondisi masih bernapas dan segera dilarikan ke klinik terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis.

Camat Serang, Basuni, mengatakan bahwa kondisi rumah korban sebelumnya sudah tidak layak huni. Bangunan rumah tersebut terbuat dari bata mentah yang belum disemen secara permanen, sehingga mudah rapuh, terutama saat diguyur hujan deras.

“Bangunan dari bata mentah dicampur kapur dan sedikit semen, belum disemen permanen. Ditambah hujan lebat beberapa minggu terakhir,” katanya.

Basuni menjelaskan, saat kejadian pihak Kecamatan Serang langsung mendatangi lokasi rumah roboh untuk melakukan pengecekan dan pendataan.

“Kita langsung datang kelokasi meminta datanya, mengecek lokasinya, bangunanya dan langsung kita usulkan ke Dinas Perkim, Dinas Sosial dan BPBD Kota Serang dan Alhamdulillah langsung semua turun kelokasi untuk mengidentifikasi dan mendata korban maupun rumah yang robohnya,” jelas Basuni.

Menurutnya, sepanjang musim penghujan, hampir 10 rumah di wilayah Kecamatan Serang mengalami kerusakan hingga roboh akibat cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang sudah tidak layak.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan menginstruksikan lurah serta RT dan RW untuk mendata rumah-rumah yang kondisinya rawan agar segera dilaporkan.

“Kami instruksikan lurah, RT, dan RW mendata rumah tidak layak huni untuk antisipasi. Jangan menunggu sampai roboh,” ucapnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -