Tangerang Selatan, Bantentv.com – Personel TNI bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi darurat penanganan sampah. Kegiatan meliputi bersih-bersih dan pengangkutan sampah di sejumlah titik pembuangan sementara (TPS) yang tersebar di wilayah Tangsel.
Sekitar 1.200 personel TNI dikerahkan bersama petugas Pemkot Tangsel untuk membersihkan jalan protokol dan lingkungan permukiman.
Sampah yang terkumpul diangkut ke TPS, termasuk di wilayah Lengkong Gudang Timur. Selanjutnya, sampah tersebut dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang.
Komandan Korem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal mengatakan, sebelum aksi puncak digelar, personel gabungan telah lebih dulu melakukan pembersihan rutin. Pembersihan tersebut dilakukan selama tiga pekan terakhir di sejumlah ruas jalan.
“Selama tiga minggu ini sampah-sampah di pinggir jalan sudah kita kumpulkan ke TPS, kemudian akan kita kirimkan ke Tempat Pembuangan Akhir,” jelasnya.
Baca Juga: Krisis Sampah, Warga Ciputat Cari Solusi Lewat Teba Komposter
Menurutnya, kondisi jalanan yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah kini mulai bersih setelah dilakukan pengangkutan secara bertahap menuju TPS.
Dalam kesempatan itu, Faisal juga memastikan pengawalan dan pengamanan pengiriman sampah menuju TPA Cilowong, Kota Serang.
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi hambatan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan total 69 armada truk dengan kapasitas hingga 400 ton per hari. Armada tersebut bertugas untuk membersihkan sampah di tujuh kecamatan.
“Dengan 69 truk dan kapasitas 400 ton per hari, kami pastikan sampah di tujuh kecamatan Tangsel terkelola dengan baik,” ungkap Benyamin Davnie.
Aksi ini tidak hanya menangani sampah di hilir, tetapi juga mendorong pengelolaan dari hulu. Hal itu dilakukan melalui pembuatan lubang biopori di rumah warga, penguatan bank sampah, dan TPS 3R.
“Kami tidak hanya fokus membersihkan sampah, tapi juga mendorong pengelolaan dari hulu melalui biopori, bank sampah, dan TPS 3R,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah kota juga akan menerapkan sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.