Serang, Bantentv.com – Seorang nenek lanjut usia bernama Kulsum, warga Kampung Buah, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, menjalani hari-harinya seorang diri di rumah yang kondisinya jauh dari kata layak.
Bangunan yang ditempati Kulsum mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap yang bocor di sejumlah titik.
Kondisi tersebut membuat air hujan dengan mudah masuk ke dalam rumah dan harus ditampung menggunakan baskom seadanya, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kondisi fisik Kulsum yang semakin menurun turut memperberat situasi yang dihadapinya. Di usia senja, ia harus bertahan sendiri tanpa pendamping tetap, sementara rumah yang menjadi tempat berlindung justru tidak mampu memberikan rasa aman.
Baca Juga: Pedagang Minta Revitalisasi Segera Dilakukan di Pasar Cikande
Ketua RT setempat, Uki, menyampaikan bahwa kondisi Kulsum sudah sangat membutuhkan perhatian. Ia menjelaskan bahwa penglihatan warga lansia tersebut sudah kabur dan pendengarannya tidak lagi berfungsi dengan baik.
Kerusakan rumah yang hampir menyeluruh membuat air hujan selalu masuk ke dalam ruangan. “Rumahnya udah pada bocor, udah pada rusak semua lah. Keadaanya sudah gak bisa lihat, gak bisa dengar,” ujarnya.

Uki berharap Pemerintah Kabupaten Serang dapat memberikan bantuan nyata bagi warganya yang berada dalam kondisi rentan seperti ini.
Di sisi lain, Kasem, anak Kulsum, mengungkapkan bahwa ibunya sebenarnya telah diajak untuk tinggal bersamanya.
Namun ajakan tersebut ditolak, meski jarak rumah mereka terbilang dekat. Menurut Kasem, kondisi kesehatan ibunya sedang tidak baik, tetapi tetap memilih bertahan di rumah yang bocor itu. “Diajak tinggal bersama, gak mau, maunya sendiri aja, mau di sini,” katanya.
Meski memiliki keluarga, nenek Kulsum tetap memilih hidup mandiri di rumah tersebut. Keadaan ini menjadi perhatian warga sekitar yang berharap ada uluran tangan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.