BerandaBeritaKLH: PT PMT Diduga Kuat Jadi Asal Paparan Radioaktif di Industri Modern...

KLH: PT PMT Diduga Kuat Jadi Asal Paparan Radioaktif di Industri Modern Cikande

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Deputi Gakkum LH, Irjen Pol Rizal Irawan, menyebut PT PMT (Peter Metal Technology) sebagai sumber utama penyebaran paparan radioaktif Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Penetapan tersebut dilakukan setelah tim gabungan KLH dan Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pabrik.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, material radioaktif Cesium-137 ditemukan pada bagian tungku proses produksi serta di area bahan baku milik PT PMT.

Baca Juga: PT PMT Diduga Jadi Sumber Radiasi Cs-137, KLHK Lakukan Investigasi

“Kalau PMT itu kami lakukan olah TKP memang ada di tungku produksinya, juga ada di area bahan baku. Kemudian, kami lakukan penelitian bahwa ada indikasi kuat penyebab kontaminasi di daerah ini adalah penyebabnya dari PMT,” ujar Irjen Pol Rizal.

Sedangkan, Rizal menegaskan bahwa puluhan perusahaan lain di sekitar kawasan industri bukan merupakan penyebab terjadinya kontaminasi.

“Pabrik-pabrik lain itu bukan penyebab, beda dengan PMT,” katanya.

Kementerian Lingkungan Hidup menyebut PT PMT menjadi sumber cemaran radioaktif di kawasan industri Cikande Serang (Bantentv.com/ Imron)
Kementerian Lingkungan Hidup menyebut PT PMT menjadi sumber cemaran radioaktif di kawasan industri Cikande Serang (Bantentv.com/ Imron)

Sejak mencuatnya kasus paparan radioaktif Cesium-137 di Cikande, masyarakat banyak mempertanyakan asal sumber kontaminasi dan waktu penanganan kasus tersebut.

KLH memastikan bahwa hasil penyelidikan mengarah pada PT PMT sebagai sumber utama penyebaran.

Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan pemetaan wilayah terdampak untuk menentukan langkah lanjutan penanganan.

Menurut Rizal, saat ini telah ditetapkan zona merah dan zona kuning berdasarkan tingkat paparan radiasi, sementara pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyusun peta zonasi sebagai dasar relokasi warga di sekitar area terdampak.

Hasil temuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus serta memastikan langkah mitigasi agar penyebaran Cesium-137 tidak semakin meluas.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -