Pandeglang, Bantentv.com – Kemiskinan ekstrem masih menghantui warga di pelosok Kabupaten Pandeglang. Nenek Marinah, keluarga prasejahtera asal Desa Pejamben, Kecamatan Carita, kini tinggal bersama anak dan empat cucunya di sebuah gubuk reyot akibat rumah lamanya rusak dimakan usia.
Gubuk berukuran 3×2 meter ini hanya berdinding bambu dan beralaskan tanah, dilapisi terpal seadanya.
Atapnya bocor saat hujan, membuat keluarga prasejahtera itu hidup dalam kondisi yang jauh dari aman dan layak.
Tangis Nenek Marinah pecah saat bercerita tentang cucu-cucunya. Ia merasa tak berdaya karena tidak memiliki biaya untuk memperbaiki hunian mereka.
Baca Juga: Satu Keluarga di Lebak Tinggal di Gubuk Bekas Budidaya Jamur
“Saya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Anak dan cucu saya tidak punya tempat yang layak untuk tidur. Saat hujan, kami basah semua,” ungkapnya.
Masalah kian rumit karena status tanah yang ditempati bukan miliknya, sehingga bantuan renovasi sulit terealisasi.

Dampak ekonomi ini dirasakan pula oleh Adit, salah satu cucu Marinah, yang harus mengubur mimpinya bersekolah.
Ia putus sekolah untuk membantu orang tua mencari nafkah sekaligus merawat ketiga adiknya.
“Saya harus memastikan adik-adik tetap aman dan terpenuhi kebutuhannya, meski harus mengorbankan sekolah saya,” ujarnya.
Berbagai pihak kini tengah mengupayakan langkah darurat untuk keluarga Marinah.
Koordinasi dilakukan untuk mencari solusi kemanusiaan agar Adit dan adik-adiknya bisa kembali mengenyam pendidikan dan hidup layak, meski terkendala status lahan.