Rabu, Januari 14, 2026
BerandaBeritaHujan Lebat Picu Longsor di Mandalawangi, Dua Titik Terdampak dalam Satu Malam

Hujan Lebat Picu Longsor di Mandalawangi, Dua Titik Terdampak dalam Satu Malam

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang memicu terjadinya bencana longsor di Kecamatan Mandalawangi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, dan dalam kurun waktu satu malam dilaporkan dua titik kejadian yang menimbulkan kerugian material serta memutus akses jalan warga.

Intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan volume air yang terus meresap.

Salah satu kejadian tercatat di Kampung Ramea Pasir, RT 004/002, Desa Cikumbueun, sekitar pukul 21.45 WIB.

Saat itu, hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut tanpa jeda. Saksi mata di lokasi, Sumantri (62), menjelaskan bahwa pergerakan tanah terjadi secara tiba-tiba hingga berdampak pada permukiman warga.

Baca Juga: DPRD Pandeglang Inisiasi Bedah RTLH untuk Lansia di Mandalawangi

Akibat peristiwa ini, sebanyak sembilan orang dilaporkan terdampak, yakni Sumantri (62) dan Sunayah (63), Sawiri (65) dan Marnah (65), Maryati (25) dan Muheri (22), serta Samsuri (40), Herni (34), dan Sulis (15).

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan bangunan dan lahan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Sebelum kejadian tersebut, sekitar pukul 20.00 WIB, longsor lebih dahulu terjadi di Jalan Raya Pari–Ramea, tepatnya di Kampung Karoya, Desa Panjang Jaya. Tebing dengan ketinggian beberapa meter runtuh dan membawa material tanah serta pepohonan yang kemudian menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.

Akses jalan Pari -Ramea tertutup longsoran tanah (Bantentv.com/ Rangga)
Akses jalan Pari -Ramea tertutup longsoran tanah (Bantentv.com/ Rangga)

Kondisi ini mengakibatkan jalur penghubung tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Sekretaris Desa Panjang Jaya, Sandi (40), membenarkan lumpuhnya akses transportasi di wilayah itu.

“Material longsoran menutup jalan sekitar 15 meter. Saat ini kendaraan roda dua, roda empat, bahkan pejalan kaki sama sekali tidak bisa melintas,” ungkapnya.

Aparat kepolisian dari Polsek Mandalawangi yang tengah bertugas piket segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan situasi tetap terkendali.

Meski demikian, proses pembersihan material belum dapat dilakukan pada malam yang sama. Hujan yang masih turun serta kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan menjadi pertimbangan utama penundaan evakuasi.

Selain itu, ketebalan material tanah dan pohon tumbang memerlukan dukungan alat berat agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan efektif.

Pihak kepolisian bersama pemerintah desa setempat telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pandeglang guna menentukan langkah penanganan lanjutan.

Longsor Pandeglang, kecamatan Mandalawangi, Desa Cikumbueun, Jalan Pari-Ramea, Cuaca Ekstrem Banten, pandeglang

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -