BerandaBeritaGubernur Banten Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang

Gubernur Banten Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Gubernur Banten Andra Soni secara resmi melepas 21 petani milenial yang akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program magang di sektor pertanian dan peternakan.

Pelepasan tersebut dilaksanakan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada Kamis, 9 April 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui pengalaman langsung di Jepang.

Sebanyak 21 peserta yang berangkat merupakan bagian dari kuota nasional. Namun, akibat efisiensi di Kementerian Pertanian, kuota tersebut diserahkan kepada masing-masing daerah.

Pemberangkatan tahun ini menjadi yang terbanyak sejak program magang ke Jepang pertama kali dijalankan pada 1948, sehingga mencatatkan rekor tersendiri bagi Provinsi Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan pentingnya penguatan sektor pertanian untuk mendukung kebutuhan pangan, terutama mengingat posisi strategis Banten yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

“Kita meyakini bahwa Provinsi Banten memiliki potensi pertanian yang cukup pagi kita ada di perbatasan Jakarta. Populasi Jakarta banyak, kebutuhan pangannya besar, juga kebutuhan akan produk pertaniannya besar. Kemudian, kita juga ada program prioritas Bapak Presiden salah satunya adalah MBG yang 85% dari biayanya itu merupakan kebutuhan bahan baku yang harus kita penuhi agar perputaran ekonomi di provinsi Banten ini berdampak positif,” katanya.

Andra Soni berharap para peserta magang di Jepang dapat kembali ke daerah dengan membawa inovasi dan pengalaman baru yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian di Banten.

“Kita memberangkatan 21 orang ini agar mereka memiliki nanti mampu menjadi mentor petani-petani muda kita ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Jepang, Agenda Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Takaichi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, M. Nasir, menambahkan bahwa para peserta telah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 50 hari sebagai persiapan sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Selama mengikuti program magang di Jepang, para peserta akan tinggal di perkampungan dan berbaur langsung dengan para petani setempat.

Mereka ditempatkan di berbagai lokasi dengan fokus pada sektor pertanian maupun peternakan, dengan masa magang yang berlangsung antara 11 hingga 26 bulan.

Menurut M. Nasir, Jepang dikenal sebagai negara barometer dalam penerapan teknologi pertanian modern, sehingga pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan pertanian di Banten.

“Kegiatan ini sebenarnya ruti, tapi tahun ini semua kota itu diborong oleh provinsi Banten. Jadi teman-teman yang berangkat hari ini adalah Duta Indonesia bukan hanya Duta Provinsi Banten,” kata M. Nasir.

Salah satu peserta magang asal Kabupaten Lebak, Eva Lutvia, menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan sektor pertanian di daerahnya setelah menyelesaikan program di Jepang.

Latar belakangnya yang berasal dari keluarga petani serta pendidikan di bidang pertanian menjadi motivasi kuat untuk membawa perubahan positif.

“Ini merupakan motivasi bagi para pemuda di bidang pertanian khususnya di daerah provinsi Banten agar kita bisa mengambil ilmu sebanyak-banyaknya di Jepang nanti, kemudian ketika kembali ke Indonesia bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah kita dapatkan,” kata Eva.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -