Minggu, Februari 1, 2026
BerandaBeritaBanjir Rendam Sawah di Carenang Serang, Petani Terancam Gagal Panen

Banjir Rendam Sawah di Carenang Serang, Petani Terancam Gagal Panen

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Hujan dan banjir yang melanda Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, meninggalkan luka mendalam bagi Maswati, seorang petani perempuan yang menggantungkan hidup dari sawahnya.

Sedikitnya lima petak sawah milik Maswati terendam banjir. Padahal, padi tersebut dijadwalkan dipanen pada bulan Ruwah, menjelang Ramadan, saat hasil panen biasanya menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

“Lima petak sawah saya habis terendam banjir. Padahal mau dipanen bulan Ruwah, biasanya itu jadi tumpuan hidup keluarga menjelang Ramadan,” kata Maswati Minggu 1 Februari 2026.

Dalam kondisi normal, Maswati mampu memanen lebih dari satu ton padi sekali musim. Untuk modal tanam saja, ia mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp5 juta, yang kini terancam tak kembali akibat gagal panen.

Baca Juga: Banjir di Carenang Picu Wabah Diare dan Gagal Panen Warga

“Kalau normal, sekali panen bisa dapat lebih dari satu ton padi. Modal tanamnya saja sekitar Rp5 juta, sekarang terancam tidak kembali karena gagal panen,” ujarnya.

Meski demikian, Maswati mengaku lebih mengkhawatirkan kondisi lingkungan pascabanjir dibandingkan kerugian materi. Tumpukan sampah sisa banjir masih menggunung di belakang rumah dan area persawahannya.

“Sampahnya belum dibersihkan. Sawah jadi susah diolah, baunya juga mengganggu,” ungkap Maswati dengan nada pasrah.

Menurutnya, sampah bekas banjir tidak hanya menghambat aktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit serta merusak kualitas lahan jika dibiarkan terlalu lama.

Harapan Maswati sederhana. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Serang segera turun tangan membersihkan sampah dan melakukan penanganan pascabanjir di Carenang agar para petani bisa kembali bekerja dan menyiapkan musim tanam berikutnya.

Warga Desa Mekarsari Carenang pun berharap ada solusi cepat dan berkelanjutan, agar banjir tidak terus menjadi ancaman bagi kehidupan dan mata pencaharian petani di wilayah tersebut.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -