Cilegon, Bantentv.com – Pemerintah Kota Cilegon terus berupaya melakukan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi, khususnya pada awal tahun 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan tenaga ahli khusus dari Institut Teknologi Bandung atau ITB guna membantu penanganan dan pencegahan banjir di wilayah Kota Cilegon.
Keterlibatan Tenaga Ahli ITB dinilai penting untuk memberikan kajian ilmiah dan solusi teknis yang lebih komprehensif dalam menghadapi persoalan banjir yang selama ini belum tertangani secara tuntas.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Cilegon kembali menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir.
Baca Juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah, Wali Kota Cilegon Segera Normalisasi Sungai Sambirata
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai faktor penyebab banjir serta kebutuhan akan pendampingan tenaga ahli yang memiliki kompetensi khusus di bidang tata kelola lingkungan dan hidrologi, salah satunya dari ITB.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan banjir.
“Tadi memang sudah menjadi pembahasan, tadi sudah menyampaikan Pak Wali (Robinsar) sedang melakukan komunikasi. Bahwa soal penanganan banjir ini tidak bisa kita sendiri dengan pengetahuan yang terbatas. Sehingga, kita ingin menggandeng tenaga ahli khusus dari ITB,” kata Ahmad Aziz.
Selain melibatkan tenaga ahli dari ITB, Pemerintah Kota Cilegon juga akan melakukan gerakan penanaman pohon di empat kecamatan, yakni Kecamatan Citangkil, Cibeber, Ciwandan, dan Kecamatan Cilegon.

“Mudah-mudahan secara teknis bisa memetakan persoalan banjir di Kota Cilegon, dan bisa menangani banjir dengan tuntas melalui keilmuannya. Sehingga, ke depan tidak terjadi banjir lagi di Kota Cilegon,” ucap dia.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini juga menjadi sarana untuk mendengarkan langsung masukan dari masyarakat dan pihak terkait yang terdampak banjir.
Evaluasi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, instansi pemerintah, DPRD, organisasi perangkat daerah, kepolisian, hingga masyarakat.
“Iya rapat koordinasi untuk evaluasi, dan menyampaikan dan mengundang dari mahasiswa, instansi, dewan, OPD, Kepolisian dan masyarakat untuk mendengarkan masukan dalam penanganan banjir di Kota Cilegon,” ucap Fajar.
Ia juga menegaskan pentingnya respons cepat dari aparat di tingkat kecamatan hingga RT apabila masyarakat membutuhkan bantuan penanganan banjir.
“Mudah-mudahan kerjanya ga sekarang doang, dan kedepannya. Tadi saya sudah sampaikan, kalau nanti akhir tahun terjadi banjir, berarti harus lebih efektif lagi penangananya,” ucapnya.