Lebak, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengklaim bahwa PT Lebak Niaga Perseroda telah menyerap gabah dari para petani di Lebak sebanyak 15 ton lebih.
Perusahaan milik daerah ini juga telah memproduksi rice milling unit atau gilingan padi secara modern, dengan tujuan menyerap gabah dari para petani dan menghasilkan beras kualitas medium dan premium.
PT Lebak Niaga Perseroda adalah badan usaha milik daerah yang berfokus pada ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, sudah beberapa kali Lebak Niaga telah membeli gabah dari para petani. Kemarin itu bisa menyerap gabah 10 hingga 15 ton,” ujar Rahmat.
Baca Juga: Harga Gabah di Pandeglang Masih Dijual Murah
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, Lebak Niaga secara langsung membeli padi dari petani secara cash and carry atau dibayar tunai langsung.
“Nah ini yang diuntungkan dari para petani, cash and carry. Jadi begitu datang sesuai dengan spek dan teknis yang diharapkan, maka langsung dibayar,” katanya.
Baca Juga: Harga Jual Padi di Tingkat Petani Anjlok, Gabah Dihargai Rp4.500 Perkilo
Menurutnya, harga gabah dari para petani dibeli oleh Lebak Niaga sesuai dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp6.500 per kilo. Bahkan, pembelian gabah bisa langsung dijemput oleh Lebak Niaga ke lokasi para petani.
“Harga alhamdulillah, petani sangat mengucapkan terima kasih kepada Bupati, karena harga sesuai HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.
“Jadi petani sangat diuntungkan, karena petani tidak terlalu cape langsung diangkut ke penggilingan,” tambahnya.
Selain itu, petani bisa menjual hasil panen secara mandiri atau tanpa kelompok tani.
Editor : Erina Faiha