BerandaBeritaWaduh, Harga Bahan Pangan Naik di Akhir Pekan

Waduh, Harga Bahan Pangan Naik di Akhir Pekan

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Harga bahan pangan mulai bergerak naik pada akhir pekan ini, Minggu, 26 April 2026. Kenaikan tersebut terjadi pada cabai, daging sapi, hingga minyak goreng.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai merah besar naik 5,29 persen menjadi Rp48.750 per kg. 

Selain itu, cabai merah keriting juga ikut naik 3,43 persen di harga Rp46.750 per kg. Tidak hanya cabai, kenaikan juga terjadi pada komoditas daging sapi. 

Harga daging sapi kualitas I diketahui mengalami kenaikan 0,24 persen menjadi Rp148.150 per kg. Sementara itu, kualitas II naik tipis 0,36 persen menjadi Rp140.100 per kg.

Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Hambat Penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Serang

Sementara di bahan pokok lainnya, seperti gula pasir premium juga turut naik 0,25 persen menjadi Rp20.250 per kg. Selain itu, gula pasir lokal meningkat 0,52 persen ke Rp19.250 per kg. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng baik curah maupun kemasan.

Tercatat, minyak goreng curah naik 0,99 persen menjadi Rp20.500 per liter. Kemudian minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,07 persen menjadi Rp23.700 per liter. Sedangkan bermerek II naik 0,89 persen menjadi Rp22.750 per liter.

Bahan pangan yang ikut mengalami kenaikan juga terjadi pada beras. Beras kualitas bawah I ikut mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kg.

Meski terjadi kenaikan pada sejumlah barang, namun sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga. Salah satunya bawang merah turun 0,43 persen menjadi Rp46.100 per kg. Selain itu, bawang putih turun 0,38 persen menjadi Rp39.700 per kg.

Baca Juga: Harga Daging Sapi di Pasar Kranggot Cilegon Tembus Rp180 Ribu

Adapun penurunan cukup signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang anjlok 10,73 persen menjadi Rp64.050 per kg. Selain itu, cabai rawit hijau turun 0,61 persen menjadi Rp49.000 per kg, meski dua cabai lainnya mengalami kenaikan.

Sementara itu, komoditas protein hewani juga mengalami penurunan. Seperti daging ayam ras segar yang turun 2,73 persen menjadi Rp39.200 per kg. Sedangkan telur ayam ras segar turun 1,24 persen menjadi Rp31.950 per kg.

Beras Relatif Stabil, Pemerintah Intervensi

Meski beras kualitas bawah I mengalami kenaikan, namun beberapa harga bahan pangan jenis beras terpantau stabil. Beras kualitas bawah II di level yang sama Rp14.550 per kg. 

Beras kualitas medium I dan II masing-masing bertahan di Rp16.100 dan Rp15.950 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I tetap di Rp17.350 per kg.

Diketahui sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa beras SPHP berfungsi sebagai instrumen intervensi untuk menahan lonjakan harga.

Pemerintah menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP masih sama seperti sebelumnya, sebagai upaya menjaga keseimbangan harga di pasar.

Baca Juga: BBM Naik Gila-gilaan, Asia Tenggara Jadi Episentrum Lonjakan Harga Global

“Ada namanya SPHP. Itu beras yang untuk penyeimbang kalau ada yang mau menaikkan harga. Nah SPHP, kita tidak naikkan. Tetap harganya seperti sekarang. (Kualitasnya) ini premium. Jadi sekarang kualitasnya bagus karena pupuknya bagus, tepat waktu, tepat volume, dan airnya bagus,” kata Amran, dikutip dari laman Bapanas, Sabtu, 25 April 2026.

Dengan demikian, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu dipastikan tetap berjalan dengan harga yang tidak berubah.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -