BerandaBeritaHarga Plastik Naik hingga 50 Persen, UMKM di Lebak Mulai Tertekan

Harga Plastik Naik hingga 50 Persen, UMKM di Lebak Mulai Tertekan

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Kenaikan harga plastik hingga mencapai 50 persen di Kabupaten Lebak, Banten, mulai menekan pelaku usaha kecil dan pedagang. Lonjakan harga ini dipicu dampak konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga memengaruhi pasokan bahan baku plastik secara global.

Kondisi tersebut terlihat di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung. Hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari plastik es, kantong kresek, hingga plastik kemasan yang banyak digunakan pelaku UMKM.

Baca Juga: Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Plastik di Pasar Rangkasbitung

Irpan, karyawan toko plastik di pasar tersebut, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sekitar tiga minggu terakhir.

“Hampir semua jenis plastik naik. Plastik es, kantong, pokoknya bahan plastik naik semua,” ujar Irpan, Minggu, 5 April 2026.

Ia menjelaskan, harga plastik es naik dari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per pak. Sementara kantong plastik kecil naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per pak. Kenaikan juga terjadi pada plastik jumbo merah yang naik dari Rp47.000 menjadi Rp52.000 per pak.

Baca Juga: Wakil Bupati Serang Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Selain itu, plastik jenis polypropylene (PP) atau plastik bening yang banyak digunakan pelaku UMKM untuk kemasan produk seperti keripik dan lumpia, kini dijual Rp45.000 hingga Rp48.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp32.000 per kilogram.

“Rata-rata naik sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 per pak. Tapi yang paling besar kenaikannya plastik jenis PP, yang sebelumnya Rp32.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp48.000 per kilogram. Hampir semua plastik naik,” tegasnya.

Kenaikan harga plastik mulai berdampak langsung pada pelaku UMKM. Ayu (36), pedagang makanan asal Kampung Cemplang, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya untuk menutupi biaya operasional.

“Saya jual seblak dan gorengan. Karena plastik naik, harga seblak terpaksa saya naikkan Rp1.000, dari Rp10.000 menjadi Rp11.000,” ujarnya.

Kenaikan harga plastik ini menjadi indikator meningkatnya tekanan biaya produksi di sektor UMKM, sekaligus menunjukkan rentannya rantai pasok domestik terhadap gejolak geopolitik global.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -