Bantentv.com – Peningkatan arus balik Lebaran 2026 diiringi dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Seperti dilaporkan Disway.id berdasarkan data Operasi Ketupat 2026 dari Polri, ratusan insiden terjadi dalam kurun waktu singkat.
Dalam periode Senin 23 Maret pukul 18.00 WIB hingga Selasa 24 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 198kasus kecelakaan lalu lintas.
Dari jumlah tersebut, 18 orang meninggal dunia, 52 orang mengalami luka berat, dan 468 orang luka ringan. Total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp534 juta.
Juru Bicara Operasi Ketupat 2026, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak prima. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain kecelakaan, aparat juga mencatat 497 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 133 pelanggaran ETLE, 47 non-ETLE, serta 317 teguran.
Di sisi lain, lonjakan mobilitas arus balik lebaran juga terlihat di berbagai moda transportasi. Penumpang kapal penyeberangan tercatat mencapai 273 ribu orang, kereta api sekitar 1,5 juta penumpang, dan pesawat udara sebanyak 189 ribu penumpang.
Polri mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk menghindari kepadatan.
Selain itu, pemudik juga dapat memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 agar perjalanan lebih fleksibel.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, layanan kepolisian melalui call center 110 tersedia selama 24 jam.
“Secara umum situasi kamtibmas aman dan kondusif, namun keselamatan di jalan tetap harus menjadi perhatian bersama,” kata Jansen.