Cilegon, Bantentv.com – Di tengah padatnya arus mudik di Pelabuhan Ciwandan, terlihat seorang pemudik yang memilih cara berbeda untuk pulang ke kampung halaman.
Ia menggunakan sepeda sebagai alat transportasi menuju Palembang, Sumatra Selatan. Aksi mudik dengan sepeda ini bukan kali pertama dilakukan, melainkan sudah menjadi rutinitas hampir setiap tahun.
Pemudik tersebut diketahui bernama Fery Sanovri. Ia memulai perjalanan mudiknya dari Serpong, Tangerang Selatan, dengan mengayuh sepeda menuju Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
Setibanya di lokasi, Fery bersiap melanjutkan perjalanan dengan menyeberang ke Pulau Sumatra.
Fery mengungkapkan bahwa perjalanan mudik menggunakan sepeda telah dilakukannya sejak beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Mudik Unik, Jeni Tempuh 510 Kilometer dari Banten ke Purbalingga dengan Sepeda
Perjalanan dari Tangerang Selatan hingga Pelabuhan Ciwandan ditempuh dalam waktu sekitar 12 jam. Sementara untuk mencapai Palembang, ia memperkirakan membutuhkan waktu hingga empat hari.
“Selama mudik dari tahun 2018 itu aman, tidak ada kendala. Makanya saya selalu konsisten dan tidak pernah memilih perjalanan malam untuk bersepeda,” ujar Fery.
Selama perjalanan, Fery mengaku tidak melakukan persiapan khusus selain menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Baginya, yang terpenting adalah bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat menggunakan sepeda yang ia kayuh sendiri.
Strategi perjalanan yang diterapkan pun cukup diperhitungkan. Ia menghindari bersepeda saat malam hari demi keamanan.

“Saya pilih naik kapal jam 12 malam agar bisa istirahat di dalam kapal. Jadi, saat tiba di Lampung sudah waktu Subuh dan bisa lanjut jalan lagi,” tambahnya.
Dalam perjalanan, Fery membawa perlengkapan bikepacking yang lengkap, seperti tenda, kantong tidur, kompor portabel, hingga peralatan untuk menyeduh kopi.
“Satu-satunya hiburan itu ya naik sepeda. Kalau istirahat biasanya di posko mudik. Di jalan juga banyak ketemu orang baik, tadi saja di Cikupa ada yang memberi kopi dingin,” tuturnya.
Ia menargetkan dapat tiba di kampung halamannya di Palembang pada tanggal 20 malam, bertepatan dengan gema takbir.
Perjalanan panjang dengan sepeda ini sekaligus menjadi pengalaman tersendiri bagi Fery setiap musim mudik.
Kehadiran Fery yang menggunakan sepeda juga menarik perhatian pemudik lain, khususnya pengendara sepeda motor yang berada dalam antrean menuju kapal di Pelabuhan Ciwandan.