Pandeglang, Bantentv.com – Pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang hingga kini diakui masih belum sepenuhnya merata.
Kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah, khususnya di bagian selatan, masih membutuhkan perhatian serius agar dapat menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi persoalan tersebut, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Pandeglang berupaya mencari berbagai terobosan, salah satunya dengan mendorong dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Pandeglang, Syaeful Bachri, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten saja tidak akan cukup untuk menuntaskan persoalan infrastruktur yang kompleks.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat pembangunan harus didukung sumber anggaran lain.
“Selama satu periode ini, saya terjun langsung dan mengetahui kondisi umum Pandeglang, terutama terkait jembatan dan pemerataan pembangunan jalan. Jika hanya mengandalkan APBD, persoalan ini tidak akan selesai. Dibutuhkan kerja cepat dan inovasi dari pemerintah daerah,” ujar Syaeful, Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga: Darurat Infrastruktur! Pemkab Pandeglang Mulai Inventarisasi Jembatan dan Jalan Rusak Parah
Syaeful yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang menjelaskan, pihaknya aktif melakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Banten maupun DPR RI, terutama melalui jaringan Fraksi PDI Perjuangan.
Ia menyebutkan, langkah tersebut telah membuahkan hasil, khususnya di wilayah Pandeglang Selatan. Beberapa program pembangunan berhasil direalisasikan melalui dukungan dari pemerintah provinsi.
Di antaranya adalah pembangunan dua jembatan strategis di Kecamatan Cigeulis melalui Dinas PUPR Provinsi Banten.
Kedua jembatan tersebut yaitu Jembatan Desa Tarumanagara yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar, serta Jembatan Cegog yang baru saja selesai dibangun dengan anggaran yang sama, yakni Rp3,5 miliar.
“Alhamdulillah, jembatan ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Selain jembatan, kami juga fokus pada pembangunan balai warga, fasilitas MCK, dan infrastruktur dasar lainnya,” tambahnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, Syaeful menegaskan bahwa pembangunan Pandeglang tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja.
Ia menilai pembangunan infrastruktur membutuhkan kerja sama seluruh elemen, termasuk partai politik yang ada di daerah.
“Butuh kolaborasi dan kekompakan semua parpol untuk bergotong royong mengusulkan perbaikan jalan, terutama di wilayah Selatan. Kita harus bahu-mewujudkan impian masyarakat yang sudah lama mendambakan pemerataan infrastruktur,” tegasnya.
Saat ini, Fraksi PDIP DPRD Pandeglang masih terus memperjuangkan berbagai usulan perbaikan jalan rusak agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Pandeglang.
“Kami di DPRD terus mengupayakan bantuan ke provinsi maupun pusat. Tujuannya satu, agar Pandeglang kedepannya bisa lebih berkembang dan sejajar dengan daerah lain,” tutup Syaeful.