BerandaBeritaMBG 3B di Banten Sasar 113 Ribu Ibu dan Balita

MBG 3B di Banten Sasar 113 Ribu Ibu dan Balita

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Provinsi Banten menyasar lebih dari 113 ribu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai bagian dari prioritas nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, program tersebut merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Deden yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Banten saat membuka Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu 4 Maret 2026.

“Melalui konsolidasi yang solid dan kolaboratif, program MBG 3B diharapkan dapat lebih cepat diterima masyarakat dan diimplementasikan secara optimal. Program ini bukan jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang,” ujar Deden.

Baca Juga: Turunkan Angka Stunting, Pemkot Cilegon akan Tambah Dapur MBG

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah sasaran MBG 3B di Banten meliputi 38.534 ibu hamil, 14.114 ibu pascasalin, serta 60.768 anak bawah dua tahun (baduta). Total penerima manfaat mencapai lebih dari 113 ribu orang.

Deden menegaskan, MBG 3B tidak sekadar pemberian makanan, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan manusia yang komprehensif.

Saat ini tercatat terdapat 1.081 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banten. Namun, baru 258 unit yang aktif melayani program MBG 3B.

Karena itu, Pemprov Banten mendorong optimalisasi dan penambahan SPPG agar cakupan layanan terus meningkat.

“Pendataan yang akurat dan kejelasan mekanisme menjadi kunci keberhasilan implementasi MBG 3B di daerah,” tegasnya.

Distribusi Harian Disertai Edukasi

Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga edukasi keluarga.

“Program MBG 3B ini akan diantarkan langsung kepada keluarga sasaran dengan mekanisme distribusi harian,” kata Wahyuniati.

Selain itu, penerima manfaat akan mendapatkan edukasi rutin setiap bulan mengenai pola hidup sehat dan pola asuh anak.

Baca Juga: Dapur MBG Banjar Sari Layani Ribuan Penerima Manfaat

“Ibu hamil didorong rutin memeriksakan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan optimal. Ibu menyusui juga diberikan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI,” ujarnya.

Pemprov Banten bersama Kemendukbangga/BKKBN dan seluruh mitra berkomitmen mempercepat implementasi melalui penguatan konsolidasi dan kolaborasi lintas sektor.

TERKAIT
- Advertisment -