Lebak, Bantentv.com – Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lebak mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi pada musim penghujan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif mengingat intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Selain kewaspadaan masyarakat, DPRD Kabupaten Lebak juga menekankan bahwa penanganan bencana, baik banjir, tanah longsor, maupun pergerakan tanah, harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lebak saat ditemui di Gedung Sekretariat Daerah Lebak pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, DPRD menegaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana.

Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, menjelaskan bahwa anggaran untuk penanganan bencana banjir telah disiapkan dan dikelola melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak.
Anggaran tersebut disiapkan sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam merespons setiap kejadian bencana yang berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Baca Juga: Terus Diguyur Hujan, Sejumlah Perumahan di Lebak Terendam Banjir
“Anggaran sudah ada. Kita akan turun ke lapangan, kita lihat kondisinya seperti apa, baru kita rumuskan,” katanya.
Meski demikian, Juwita menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara sepihak. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar langkah-langkah penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung ekstrem.
“Seluruh lapisan masyarakat harus waspada karena memang cuaca belakangan ini cenderung ekstrem, sama-sama kita menjaga alam,” ungkap Juwita.