Pandeglang, Bantentv.com – Duka mendalam dialami oleh Iwan (48), seorang buruh serabutan di Kampung Tenjolaya Babakan, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, setelah rumahnya roboh pada Jumat, 15 November 2025 pagi akibat hujan deras dan angin kencang. Struktur kayu rumah yang dibangun sejak tahun 1998 dan belum pernah diganti, akhirnya tak mampu bertahan.
Namun, di tengah musibah, solidaritas warga setempat tetap kompak membantu warganya yang tengah ditimpah musibah. Minggu, 16 November 2025. Aparatur Pemerintah Kelurahan Kabayan bersama Forum RT/RW dan masyarakat langsung bergerak cepat Membantu meringankan beban Iwan yang mengalami musibah rumah roboh.
Lurah Kabayan, Imat Rohimat mengatakan robohnya rumah tersebut dipicu oleh hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat , 14 November 2025 lalu.
“Kami segera berupaya meringankan beban Pak Iwan dengan menggelar aksi gotong royong pembersihan puing dan penyerahan bantuan awal,” kata imat.
Baca Juga: Dua Bangunan di Kabupaten Pandeglang Roboh Akibat Tanah Longsor
Secara simbolis, bantuan berupa uamg tunai, bahan kayu, bambu dan paku diserahkan kepada Iwan. Bantuan ini merupakan hasil donasi dan swadaya dari Forum RT/RW dan warga masyarakat yang langsung tersentuh dengan musibah yang terjadi.
“Kami, aparatur pemerintah Kelurahan Kabayan bersama Forum RT dan RW beserta masyarakat, berupaya membantu meringankan beban Pak Iwan. Kami bergerak cepat melalui bantuan sosial dan gotong royong,” tambahnya.
Sementara Iwan pemilik rumah mengaku kondisi rumahnya sudah rapuh ditambah akhir-akhir ini cuaca hujan dan angin kencang melanda, akibatnya bagian atap rumahnya ambruk diterjang hujan dan angin kencang. Ironisnya, rumah tersebut belum pernah direnovasi sejak dibangun pada tahun 1998, lantaran ketiadaan biaya.
“Rumahnya memang sudah rapuh. Kayu-kayunya sudah tua karena dari tahun 1998 belum pernah diganti karena ketidakmampuan pihak keluarga,” ujarnya.
Ia merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih dengan adanya bantuan dari warga yang telah peduli dan membantu untuk meringankan penderitaannya.
Editor : Erina Faiha