Serang, Bantentv.com – Realisasikan program Serang Bagus Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang mengusulkan pembangunan SD Negeri Pamarican 1 dan 2 di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang yang menjadi langganan banjir di tahun 2025 ini melalui dana belanja tidak terduga.
Pihak sekolah terpaksa memulangkan murid-muridnya agar belajar dalam jaringan, karena jika dipaksakan belajar di sekolah, banyak binatang masuk ke sekolah, dan murid lebih memilih bermain air.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri disusul Kepala Bidang SD, Nuri yang baru beberapa hari menjabat, langsung meninjau ke sekolah SD Negeri Pamarican 1 dan 2.
“Saya langsung menghadap Pak Wali, dan alhamduilah dizinkan menggunakan dana dari BTT karena sifatnya mendesak dan darurat,” ujarnya.
Setelah meninjau SD Negeri Pamarican, Ahmad Nuri mengusulkan peninggian halaman dan lantai sekolah SDN Pamarican 1 dan 2, dari dana belanja tidak terduga tahun 2025 yang nilainya kurang lebih 1 milyar rupiah dan ditargetkan rampung Desember tahun 2025.
“Hari ini kami bersurat ke Wali Kota da diteruskan ke BPKAAD. Harapannya segera diproses dan bisa ada tindakan nyata dalam wakt dekat, sekitar 1 miliar lebih, mudah-mudahan bisa diberikan semua atau setengahnya,”jelasnya.
Tujuannya untuk merealisasikan program Serang Bagus Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Serang yang di dalamnya terdapat peningkatan dan rehabilitasi ruang kelas dan sarana prasarana sekolah lainnya.
Ahmad Nuri menjelaskan, usulan penggunaan dana BTT untuk peninggian halaman dan lantai sdn pamarican lantaran sekolah tersebut kondisinya sudah darurat untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN Pamarican 2 Subkhi, menerangkan bahwa proses belajar mengajar tidak dapat berjalan normal karena genangan air masuk ke ruang kelas dan memunculkan risiko bagi siswa, sehingga sekolah sementara melakukan pembelajaran secara daring demi keselamatan para murid.
“Anak-anak sudah tidak bisa belajar dengan normal, karena air masuk ke ruang kelas dan hewan-hewan ikut masuk. Jadi sementara ini kami terpaksa belajar daring dulu demi keamanan murid,” terang Subkhi Kepsek SD Pamarican 2.
Selanjutnya Rabu esok Nuri akan melakukan rapat internal dengan BPKAD, DPUPR, Bappeda, bagian hukum, dan OPD terkait lain, untuk membahas pemanfaatan dana BTT untuk SD Negeri Pamarican agar tidak menabrak aturan, bahkan pihak kejaksaan akan dilibatkan untuk melakukan pendampingan.
Editor : Erina Faiha