Cilegon, Bantentv.com – Kasus yang menimpa TKW asal Kota Cilegon, Ade Diyah, menarik perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial.
Perempuan asal Lingkungan Tegal Cabe, Kecamatan Citangkil ini telah bekerja di Riyadh, Arab Saudi, selama hampir tiga tahun delapan bulan.
Namun, selama dua tahun terakhir, TKW tersebut tidak menerima gaji dari majikannya. Kondisi ini membuatnya ingin segera kembali ke Indonesia.
Baca Juga: TKW Asal Pontang Bebas dari Hukuman Mati
Pemerintah Kota Cilegon kini tengah mengupayakan pemulangan Ade Diyah.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten untuk mencari solusi terbaik bagi kepulangan TKW tersebut.
“Ini kita mau ke sana (BP3MI Provinsi Banten), berkonsultasi, langkah-langkah terbaiknya seperti apa,” ujar Robinsar.

Sebelum ada tindak lanjut dari pemerintah, keluarga Ade Diyah telah berupaya mencari bantuan melalui perusahaan atau sponsor yang memberangkatkannya ke Arab Saudi.
Namun, menurut ibunya, Aliyah, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil
“Awalnya rutin, tapi di tahun kedua, kerja tiga bulan dibayar sebulan, gitu terus, banyak yang belum dibayar,” ungkap Aliyah.
Ia menambahkan, sang anak bekerja hampir 24 jam setiap hari tanpa mendapatkan kepastian mengenai hak upahnya.
Selain menunggu hasil koordinasi Pemkot Cilegon dengan BP3MI, pihak keluarga juga telah melaporkan sponsor ke Polres Cilegon, lantaran perusahaan itu dinilai tidak mampu memberikan kejelasan terkait status kerja TKW tersebut.
Ade Diyah diketahui merupakan seorang janda dengan tiga anak yang menggantungkan harapan pada pekerjaannya di Riyadh.