Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan reli penguatan dan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada penutupan perdagangan Kamis, 6 November 2025.
IHSG ditutup naik 18,53 poin atau 0,22% ke level 8.337, menandai kepercayaan investor yang masih solid terhadap pasar modal domestik.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp18,14 triliun.
Total volume perdagangan tercatat 24,82 miliar saham, melibatkan 2,26 juta kali transaksi. Sebanyak 414 saham menguat, 275 saham melemah, dan 267 saham stagnan.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham kompak menguat, dipimpin sektor perindustrian yang naik 2,08%.
Kenaikan juga dicatatkan oleh sektor energi (1,74%), transportasi (1,41%), serta barang konsumen primer (1,02%).
Sementara sektor infrastruktur (0,91%), properti (0,37%), dan keuangan (0,07%) turut memperkuat laju indeks.
Sebaliknya, tekanan terjadi pada sektor barang konsumen non-primer yang turun 0,92%, diikuti barang baku (-0,9%), teknologi (-0,2%), dan kesehatan (-0,09%).
Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar
Mengutip laporan Pilarmas Sekuritas, penguatan IHSG hari ini tidak lepas dari sentimen positif eksternal.
Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.
Laporan ADP Employment Change periode Oktober mencatat peningkatan 42.000 tenaga kerja, melampaui ekspektasi 28.000, menandakan stabilitas pasar tenaga kerja AS.
Selain itu, perkembangan kebijakan perdagangan AS juga menambah kepercayaan pasar.
Mahkamah Agung (MA) AS disebut berpotensi menolak penerapan tarif dagang agresif, sehingga menurunkan ketidakpastian global.
Dari kawasan Asia, Perdana Menteri China Li Qiang menyatakan bahwa ekonomi negaranya diperkirakan melampaui CNY 170 triliun dalam lima tahun ke depan.
Ia juga berkomitmen untuk membuka lebih luas akses pasar domestik bagi perusahaan global, seiring kesepakatan perdagangan baru dengan Amerika Serikat.
Faktor Domestik Perkuat Fundamental IHSG
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang mencapai 5,04% (yoy) turut menjadi katalis positif.
Pilarmas Sekuritas menilai, capaian ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang pro-growth dan upaya menjaga daya beli masyarakat, mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5,2%.
Selain itu, rebalancing indeks MSCI yang berlangsung hari ini juga memberi sentimen positif.
Masuknya beberapa emiten besar dan konglomerasi dalam daftar indeks baru diperkirakan akan menambah aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.
Meski demikian, analis mengingatkan investor agar tetap mencermati pergerakan volatilitas yang mungkin muncul akibat momentum rebalancing tersebut.
[…] IHSG Catat Rekor Baru, Ditutup Menguat ke 8.337 pada 6 November 2025 […]