Minggu, November 30, 2025
BerandaBeritaUMKM Lebak Dilatih Kelola Sampah Makanan Lewat Program Urban Farming

UMKM Lebak Dilatih Kelola Sampah Makanan Lewat Program Urban Farming

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Komunitas Urban Farming Lebak menggelar sosialisasi dan pelatihan pemilahan serta pengomposan sampah makanan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Lebak. Program ini didukung pendanaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Ketua Urban Farming Lebak, Feisal Rachman, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, TP-PKK, komunitas lokal, dan beberapa media.

Menurutnya, pengomposan sampah makanan menjadi langkah nyata untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memulihkan lahan pertanian di wilayah pedesaan.

“Pengomposan sampah makanan dari pelaku UMKM adalah solusi yang bisa langsung diterapkan untuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian,” jelas Feisal, Minggu 30 November 2025.

Baca Juga: Komunitas Urban Farming Lebak Ajak UMKM Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengomposan

Penanggung jawab kegiatan, Sulastri Nainggolan, menegaskan bahwa inisiatif ini berfokus pada perubahan perilaku pelaku UMKM dalam mengelola sampah, khususnya sampah makanan yang volumenya terus meningkat.

Menurutnya, upaya pengurangan sampah dari sumbernya akan berdampak signifikan terhadap menurunnya timbulan sampah harian dan emisi gas rumah kaca.

“Sampah yang dipilah sejak dari sumbernya adalah langkah strategis untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA,” ujar Sulastri.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah makanan mendominasi timbulan sampah di Kabupaten Lebak, yaitu 30 persen dari total 223.608 ton, sementara sampah plastik mencapai 15 persen.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pelatihan pengomposan bagi sektor UMKM sebagai penghasil sampah makanan cukup besar.

“Kegiatan ini penting agar pelaku UMKM mampu mengolah sampah makanannya sehingga timbulan sampah ke TPA dapat berkurang secara signifikan,” tambah Sulastri.

Urban Farming Lebak berharap kegiatan ini mendorong UMKM beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Urban Farming Lebak berkomitmen memperluas dampak program melalui kolaborasi multipihak dan peningkatan kapasitas masyarakat,” tegas Sulastri.

Salah satu peserta pelatihan mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pentingnya pemilahan dan pengolahan limbah rumah tangga.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -