Serang, Bantentv.com – Pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita yang sempat tersendat pasca libur Lebaran kini mulai kembali normal. Perum Bulog Kantor Cabang Serang memastikan distribusi terus berjalan guna menekan harga di tingkat pedagang.
Salah seorang pedagang di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Halilah, mengungkapkan bahwa selama libur Lebaran stok Minyakita cukup sulit didapat. Kondisi tersebut membuat pedagang terpaksa mengambil pasokan dari distributor non-Bulog dengan harga lebih tinggi.
“Kalau dari luar, modal per karton sudah Rp235 ribu. Terpaksa kami jual eceran Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per liter,” ujar Halilah saat ditemui di lapaknya, Jumat (18/04/2026).
Menurutnya, perbedaan harga antara Minyakita dan minyak merek premium cukup signifikan. Saat ini, minyak premium dijual sekitar Rp26.000 per liter, sedangkan minyak curah berada di kisaran Rp20.000 per liter. Kondisi tersebut membuat Minyakita tetap menjadi pilihan masyarakat karena harganya lebih terjangkau.
“Sekarang setelah pasokan dari Bulog masuk lagi, harga kembali normal Rp15.700 per liter. Biasanya stok habis dalam empat hari karena banyak pelanggan yang mencari,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Kantor Cabang Serang, Eko Nugroho, memastikan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan Minyakita di pasaran. Saat ini, sekitar 15.000 liter Minyakita tersedia dan akan disalurkan secara bertahap kepada pengecer.
“Saat ini stok yang kami kuasai sekitar 15.000 liter. Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan pengecer yang telah terdaftar di sistem SiMIRAH dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB),” ujarnya.
Untuk pemerataan distribusi, Bulog menerapkan kuota sementara bagi setiap pedagang, yakni 20 dus per pengiriman. Ke depan, jumlah tersebut berpotensi ditingkatkan menyesuaikan ketersediaan stok dan kebutuhan pasar.
Bulog juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter. Dengan kembali normalnya pasokan, masyarakat diharapkan tidak lagi khawatir terhadap kelangkaan minyak goreng subsidi di pasaran.
Editor : Erina Faiha