BerandaBeritaKetan Bintul Ibu Jejen, Legenda Kuliner Ramadan yang Bertahan 30 Tahun

Ketan Bintul Ibu Jejen, Legenda Kuliner Ramadan yang Bertahan 30 Tahun

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Jika membahas kuliner khas Ramadan, ketan bintul menjadi salah satu hidangan yang tidak pernah kehilangan penggemarnya.

Kudapan tradisional ini banyak dijumpai di Pasar Takjil kawasan Pasar Lama, Kota Serang, Banten, dan selalu menjadi pilihan favorit saat waktu berbuka puasa.

Di balik eksistensi ketan bintul yang tetap bertahan hingga kini, terdapat sosok Ibu Jejen, penjual asal Pekarungan, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Baca Juga: Ketan Bintul Sajian Khas Ramadan Kesukaan Sultan Banten, Begini Cara Buatnya!

Selama kurang lebih 30 tahun, ia konsisten meracik ketan bintul dengan cita rasa khas yang tetap terjaga.

Satu porsi ketan bintul buatan Ibu Jejen dijual dengan harga Rp20.000. Dalam satu porsi, pembeli dapat menikmati perpaduan ketan yang lembut dan gurih, lengkap dengan taburan serundeng melimpah serta aroma bawang goreng yang menggugah selera.

Tidak hanya menyajikan ketan bintul dalam bentuk sederhana, Ibu Jejen juga menawarkan berbagai lauk pendamping.

Ketan Bintul Ibu Jejen, legenda kuliner Ramadan yang bertahan 30 tahun (Foto: Bantentv.com/ Jaya)
Ketan Bintul Ibu Jejen, legenda kuliner Ramadan yang bertahan 30 tahun (Foto: Bantentv.com/ Jaya)

Di antaranya empal daging yang empuk, perkedel hangat, serta tambahan serundeng khas yang dibuat dari resep turun-temurun. Kombinasi ini semakin memperkaya cita rasa ketan bintul yang disajikan.

Momentum Ramadan menjadi waktu yang paling dinantikan. Penjualan ketan bintul meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Jika di luar Ramadan ia hanya berjualan di rumah, saat bulan puasa dagangannya laris di pasar takjil.

“Alhamdulillah, sehari bisa habis dua sampai tiga tampah”,ujar ibu Jejen, Kamis, 19 Maret 2026

Konsistensi menjadi kunci utama bertahannya usaha ini. Ibu Jejen mengaku telah menjalani usaha ketan bintul sejak anaknya masih kecil dan terus mempertahankan kualitas hingga sekarang.

“Sudah lama sudah ada 30 tahun,” tambahnya.

Pengalaman panjang tersebut membuat ketan bintul racikan Ibu Jejen tetap otentik dan selalu dinantikan pelanggan setiap tahun.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -