Bantentv.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka penerimaan calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Selain memenuhi syarat administrasi, setiap peserta juga harus melewati sejumlah tahapan tes masuk Polri yang cukup ketat.
Seleksi ini berlaku bagi seluruh jalur penerimaan, mulai dari Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama.
Proses seleksi dilakukan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH) untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Link Pendaftaran Polri 2026, Ini Cara Daftarnya
Berikut tahapan tes masuk Polri 2026 yang harus dilalui calon peserta.
1. Pemeriksaan Administrasi
Tahapan pertama adalah pemeriksaan administrasi. Peserta wajib menyerahkan dokumen seperti ijazah, KTP, kartu keluarga, serta berkas pendaftaran yang telah diisi secara online melalui situs penerimaan.polri.go.id.
2. Pemeriksaan Kesehatan
Peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Tes ini meliputi pemeriksaan fisik, penglihatan, pendengaran, serta kondisi kesehatan umum.
3. Tes Psikologi
Tes psikologi dilakukan untuk menilai aspek kepribadian, kecerdasan, serta kemampuan berpikir calon peserta.
4. Tes Akademik
Peserta akan mengikuti tes akademik yang menguji kemampuan dasar seperti pengetahuan umum, logika, serta kemampuan berpikir analitis.
5. Tes Kesamaptaan Jasmani
Tes ini menguji kemampuan fisik peserta, seperti lari, push up, sit up, pull up, serta ketahanan tubuh.
6. Tes Mental Ideologi
Tahapan ini bertujuan menilai wawasan kebangsaan, nasionalisme, serta komitmen peserta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Sidang Penentuan Kelulusan
Tahapan terakhir adalah sidang penentuan kelulusan yang dilakukan oleh panitia seleksi. Peserta yang lolos seluruh tahapan akan diumumkan sebagai calon anggota Polri.
Polri menegaskan bahwa seluruh tahapan masuk Polri dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya.
Baca Juga: Syarat Daftar Polri 2026, Minimal Lulusan SMA dan Tinggi Badan 165 Cm
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.